Brilio.net - Akhir-akhir ini telah banyak kampanye menggunakan gelas kaca (jar) dan sedotan logam. Cara ini cukup efektif untuk meminimalisasi sampah plastik di restoran, hotel hingga di rumah.

Namun aksi tersebut bukanlah tak berisiko. Bahan logam dan kaca bisa mencelakai penggunanya, bisa terluka saat terkena pecahan kaca atau bahkan tertusuk sedotan logam. Baru-baru ini, seorang perempuan tewas karena tertusuk sedotan logam.

Dilansir dari washingtonexaminer.com, Rabu(10/7), warga Inggris bernama Elena Struthers-Gardner membawa gelas serupa dengan toples (jar). Gelas tersebut memiliki sedotan stainless steel berukuran 10 inci di tengah tutup atas sekrup pada Selasa (9/7). Tiba-tiba, ia jatuh pingsan di dekat dapur rumahnya di daerah Poole, Inggris.

Dilansir dari CNA, ketika dia pingsan, sedotan logam menembus mata kiri perempuan berusia 60 tahun tersebut. Kejadian itu menyebabkan cedera otak yang fatal. Elena kemudian ditemukan tergeletak di depan dapur dan mengeluarkan suara merintih kepada suaminya. Elena kemudian dibawa ke rumah sakit setempat dan tak lama dinyatakan meninggal dunia, keesokan harinya. Kematiannya akibat cedera otak traumatis.

wanita mati akibat sedotan logam  © 2019 brilio.net

Loading...

Foto: Facebook/Elena LJ Struthers-Gardner

"Aku pergi ke pintu dapur dan bisa melihat Lena berbaring di depannya di ambang pintu antara ruang kerja dan dapur," kata temannya, Mandy Struthers-Gardner.

“Gelas-gelasnya tergeletak di lantai masih utuh dan sedotan masih di dalam toples. Saya perhatikan sedotan itu menempel di kepalanya. Saya menelepon 999 dan meminta ambulance," lanjutnya.

"Ketika aku sedang berbicara di telepon, Lena tampaknya sudah berhenti bernapas. Wanita di telepon meminta saya untuk menyerahkannya. Aku mengeluarkan gelas dari sedotan dan membaliknya. Saya melihat sedotan menembus mata kirinya,” ungkap Mandy.

Elena, seorang mantan joki tersebut kesulitan beraktivitas setelah kecelakaan berkuda ketika dia berusia 21 tahun. Kecelakaan tersebut juga menyebabkan beberapa patah tulang belakang. Luka-luka ini membuatnya lebih rentan untuk pingsan atau jatuh ketika dia tertusuk sedotan.

“Saya hanya merasa bahwa di tangan mobilitas orang-orang yang ditantang seperti Elena, atau anak-anak, atau bahkan orang-orang berbadan sehat kehilangan pijakan mereka, sedotan ini sangat panjang dan sangat kuat,” kata Mandy.