Brilio.net - Meski sama-sama berasal dari buah, namun mengonsumsi jus kemasan juga nggak selamanya bagus lho, buat kesehatan. Ya, jus kemasan memang nggak murni dari buah asli, sebab ternyata ada beberapa bahan tambahan yang dapat memengaruhi kesehatan.

Mengonsumsi jus kemasan terlalu sering juga bisa berdampak pada kesehatan lho, seperti yang dialami oleh seorang perempuan dari Singapura bernama Titinlismawati ini. Alih-alih sembuh dari penyakit asam uratnya dengan mengonsumsi jus buah, perempuan berusia 28 tahun ini justru meninggal dunia.

Ya, Titinlismawati menderita sakit kaki yang disebabkan asam urat. Ia pun mengonsumi jus buah kemasan berwarna ungu yang diproduksi dari Malaysia untuk mengurangi rasa sakit kakinya.

 minum jus buah kemasan  © 2018 brilio.net

foto: worldofbuzz.com

Loading...

Bukan tanpa alasan, Titinlismawati meyakini jus tersebut ampuh menyembuhkan penyakitnya setelah sang ayah yang berusia 61 tahun juga sembuh dari penyakit yang ia derita setelah dua kali meminum jus kemasan tersebut.

Sempat khawatir akan kandungan dari jus tersebut, sang ayah pun memutuskan untuk berhenti mengonsumsi jus kemasan yang tak disebutkan mereknya. Namun tidak dengan sang anak yang rutin meminum jus berwarna ungu selama enam bulan lamanya.

Titinlismawati sempat mengeluh tentang punggungnya yang sakit saat makan malam, Kamis (20/9) lalu. Keesokan harinya, ia memutuskan untuk pergi ke dokter.

"Dokter mengatakan itu hanya flu perut. Dia mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter, tetapi pada pukul 11 pagi setelah kembali ke rumah, dia mulai mengalami kesulitan bernafas dan terus terengah-engah," terang sang ayah, seperti dikutip brilio.net dari World Of Buzz, Selasa (25/9).

Melihat kondisi tersebut, sang ayah yang sempat melakukan CPR kemudian membawa Titinlismawati ke rumah sakit setempat. Setelah melakukan serangkaian pertolongan, pada pukul 9 malam waktu setempat Titinlismawati mengembuskan nafas terakhirnya.

Pihak keluarga pun mencurigai kematian Titinlismawati ada hubungannya dengan jus buah kemasan yang dikonsumsi, dan meminta petugas investigasi untuk menjalankan beberapa tes.

Diketahui jus kemasan yang dibeli pada sebuah toko di Geylang tersebut sudah dilarang beredar sejak 2017 lalu, karena ditemukan mengandung dexametahosene, kortikosteroid kuat yang dapat menyebabkan peningkatan glukosa darah.

Peningkatan kadar glukosa darah tersebut mengarah ke diabetes, tekanan darah tinggi, katarak, serta kelainan tulang dan otot. Jus tersebut juga sudah ditarik dari pasaran di Brunei Darussalam sejak Juni 2018 lali.