Brilio.net - Alex Rossetto dan Luke Parkin, dua mahasiswa Universitas Northumbria, Newcastle, Inggris ini nyaris tewas gara-gara mengonsumsi kafein secara berlebihan. Nggak tanggung-tanggung lho, mereka mengonsumsi kafein setara 300 cangkir kopi. Waduh!

Kafein maut  © 2017 brilio.netLuke Parkin (kiri) nyaris tewas gara-gara minum kafein berlebihan (facebook Luke Parkin)

Seperti diberitakan chroniclelive.co.uk, kedua mahasiswa berusia 20 tahun dari fakultas olahraga ini menjadi sukarelawan sebuah penelitian yang dilakukan kampusnya. Penelitian ini sendiri untuk mengungkapkan efek kafein usai latihan atau berolahraga.

Kafein maut  © 2017 brilio.netIni rekannya, Alex Rossetto (kanan) yang juga jadi korban (facebook Alex Rossetto)

Rupanya, para peneliti telah salah mencampurkan dosis kafein bubuk. Jumlah yang diberikan 30 gram atau setara 300 cangkir kopi sehari. Padahal, seharusnya hanya 0,3 gram saja. Oh ya, asal tahu saja ya, dalam secangkir kopi rata-rata memiliki sekitar 0,1 gram kafein.

Loading...

Akibatnya sangat fatal. Mereka langsung overdosis dan nyaris tewas. Keduanya terpaksa dirawat di rumah sakit setelah menderita pusing, gemetar, penglihatan kabur, denyut jantung cepat dan muntah.

Kafein maut  © 2017 brilio.netTuh perbandingan jumlah kafein yang diberikan (Newcastle Chronicle)

Karena peristiwa ini, berat badan Alex turun 12 kg dan ia dilaporkan mengalami kehilangan memori jangka pendek. Sedangkan Lukas, kehilangan 10 kg berat badannya.

Peristiwa ini pun langsung ditangani pengadilan Newcastle. Jaksa Adam Farrer mengatakan, penelitian itu menyebabkan kedua mahasiswa mengonsumsi kafein 100 kali lebih banyak dari yang seharusnya.

Percobaan ini dinilai gagal karena dua mahasiswa jadi korban dan harus masuk unit perawatan intensif. "Mereka (peneliti) keliru justru menambahkan 30 gram kafein. Dosis itu 100 kali lebih banyak dari yang seharusnya," kata Farrer.

Kafein maut  © 2017 brilio.netPerwakilan Universitas Northumbria menghadiri sidang di pengadilan setelah dua mahasiswa menjadi korban penelitian yang gagal. (The Chronicle)

Pihak universitas pun menyesalkan kejadian ini. Wakil Rektor Andrew Wathey mengakui masalah ini merupakan kegagalan penelitian yang dilakukan kampusnya. "Kami sangat menyesal adanya pelanggaran atas peristiwa ini," ujar Peter Smith, juru bicara kampus.

Akibat insiden tersebut, Universitas Northumbria didenda USD504.400 atau setara Rp 6,7 miliar ditambah membayar biaya perawatan dan kerugian korban sebesar USD 33.400 setara Rp 446 juta.