Brilio.net - Seorang bayi di Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin dilaporkan meninggal dunia, pada Minggu (15/9). Bayi yang berusia empat bulan ini meninggal dunia akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Sumatera.

Dilansir brilio.net dari liputan6.com, Rabu (18/9) hingga kini Kementerian Kesehatan RI pun sudah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kasus tersebut. Anung Sugihantono, selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI langsung menghubungi dinas kesehatan yang bersangkutan.

"Iya, saya juga sudah mendengar kabar bayi 4 bulan yang meninggal itu. Langsung kontak ke dinas kesehatan di sana," kata Anung Sugihantono seperti dikutip dari liputan6.com, Rabu (18/9).

"Diagnosisnya itu tidak secara langsung penyebabnya karena (paparan) asap kebakaran hutan," jelas Anung.

Dari informasi yang diterima, Anung menyampaikan, bayi 4 bulan itu mengalami gejala sesak napas pada Sabtu, 14 September 2019. Bayi itu sudah menjalani perawatan dan pengobatan di tenaga kesehaan setempat tapi kondisi sang bayi tidak membaik hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Loading...

"Gejala awalnya sesak napas. Bayi itu berobat ke bidan lantas dirujuk ke rumah sakit (Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin) untuk mendapatkan perawatan PICU. Sayangnya, nyawanya tidak sempat tertolong," tutur Anung.

Dokter yang menangani bayi 4 bulan itu, lanjut Anung, mendiagnosis dengan pneumonia (infeksi pada paru-paru). Pneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan paru. Peradangan tersebut menyebabkan alveolus (kantong udara) terisi oleh cairan. Akibatnya paru-paru tidak dapat bekerja dengan baik seperti dikutip laman Klikdokter.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin Masagus M Hakim juga menegaskan pihaknya melakukan kunjungan ke rumah sakit yang merawat bayi tersebut. Hasil pemeriksaan medis, bayi didiagnosa pneumonia.

"Memang benar ada pasien bayi umur empat bulan alamat Talang Buluh Banyuasin berobat ke UGD dengan diagnosis pneumonia dan meninggal," ungkap Hakim.