Brilio.net - Kejadiaan naas menimpa seorang pria Aljazair akibat kesalahpahaman. Jamal Ismail, dilaporkan dipukuli, dibunuh dan dibakar hidup-hidup pada minggu lalu.

Dilansir brilio.net dari Siakapkeli pada Rabu (18/8), ia dituduh sebagai penyebab kebakaran hutan yang melanda negara itu. Tragedi itu pun terjadi setelah Jamal tiba di Tizi, salah satu kota yang paling parah dilanda kebakaran hutan.

Padahal, menurut laporan Middle East Eye, pria berusia 35 tahun itu telah melakukan perjalanan ke kota Miliana untuk membantu memadamkan api dan mengevakuasi penduduk yang berada di daerah berbahaya. Malangnya, setelah bekerja keras untuk memadamkan api, ia justru dituduh membakar dan ditangkap oleh beberapa pria.

Melalui video yang tersebar di media sosial, terlihat Jamal ditarik dari mobil polisi. Kondisi tubuhnya tampak memar dan terbaring kaku di tanah sebelum dibakar hingga hangus.

Aksi bantu kebakaran berujung tragis © Istimewa

foto: Twitter/@BaktacheMerouan

Melihat kondisi ini, beberapa teman Jamal pun memanfaatkan media sosial untuk menyangkal tudingan tersebut. Bahkan diungkapkan pula, tujuan Jamal pergi ke daerah tersebut justru untuk membantu mereka yang membutuhkan. Niat baik Jamal tak sampai di situ saja, ia dikabarkan telah mengumpulkan sumbangan sehari sebelum berangkat ke Tizi Ouzou untuk diberikan kepada keluarga korban kebakaran.

"Dia sangat prihatin dengan semua orang yang dia temui," ujar seorang teman Jamal.

Aksi bantu kebakaran berujung tragis © Istimewa

foto: Twitter/@BaktacheMerouan

Bahkan beberapa jam sebelum peristiwa naas itu, Jamal dikabarkan telah diwawancarai oleh Awraas TV dan berbicara tentang bantuan kepada warga di sana. Dalam momen tersebut, ia mengatakan kedatangannya merupakan bentuk solidaritas untuk membantu masyarakat setempat. Jamal Ismail bahkan mengajak pihak lain untuk turut bergabung dalam aksi sosial itu.

"Saya datang dalam solidaritas dengan rakyat kami dan berharap warga Aljazair lainnya juga akan berperan," katanya.

(brl/lin)

(brl/lin)