Brilio.net - Bangunan resort di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat ini terbengkalai selama 2 tahun. Tumbangnya usaha penginapan ini diketahui merupakan imbas dari pandemi Covid-19. Area resort yang luasnya hampir 15 hektare ini akhirnya dibiarkan kosong. Bangunan yang ditinggalkan ini pun sudah dipenuhi tumbuhan liar.

Padahal fasilitas dari resort ini pun cukup komplit. Selain rindang karena lokasinya di tengah hutan, resort ini punya taman bermain untuk outbond, serta kolam renang.

Lebih lanjut, berikut penampakan resort 15 hektare yang terbengkalai, dilansir brilio.net dari YouTube @Aziz Nurahman pada Selasa (9/11).

1. Seperti istana di tengah hutan, beginilah penampakan resort di Puncak, Bogor yang terbengkalai.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

2. Bangunan resortnya tampak berjajar dengan desain yang cantik.

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

3. Terdapat danau buatan serta jembatan untuk menghubungkan area resort.

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

4. Ada taman bermain yang biasanya digunakan untuk outbond.

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

5. Lama ditinggalkan, kolam yang dulunya jernih kini berwarna kecokelatan.

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

6. Jalan serta tangga juga sudah dipenuhi lumut.

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

7. Begini potret bagian dalam kamar tidurnya. Masih ada tempat tidur serta perabotan lain yang ditinggalkan.

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

8. Saung yang biasa jadi tempat bersantai, kini juga mengalami kerusakan serta tertutup tanaman liar.

Resort 15 hektar terbengkalai © 2021 brilio.net

foto: YouTube/ @Aziz Nurahman

9. Menurut keterangan dari warga sekitar, resort ini ditinggalkan karena tak memiliki satu pun pengunjung sejak masa pandemi Covid-19.

(brl/pep)