Brilio.net - Baru-baru ini kasus mutilasi terhadap perempuan berusia 20 tahun di jalan Simpang Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan menggegerkan publik. Mayatnya ditemukan termutilasi di sebuah penginapan. Identitas mayat diketahui setelah adanya laporan dari Suhartini yang mengaku telah kehilangan putrinya, yakni Vera Oktaria (VO) sejak Selasa (7/5/2019) lalu.

Vera Oktaria merupakan warga Jalan KH Azhari Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. VO diketahui sudah menghilang sejak awal bulan Ramadan. Usai mengetahui identitas tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak untuk mencari pelaku yang tega menghabisi nyawa korban.

Menurut informasi yang dikutip brilio.net dari liputan6.com, Senin (13/5), setelah melakukan olah TKP, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan titik terang dari kasus tersebut, palaku pun terungkap.

"Korban benar bernama VO dan kita menemukan sidik jari terduga pelaku di TKP. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga merupakan kekasih korban," ujarnya.

Dari hasil sidik jari, terungkap bahwa kekasih korbanlah yang menjadi pelaku utamanya. Hingga kini penyelidikan masih berjalan. Seperti apa fakta dari kasus tragis ini? Berikut faktanya yang dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Senin (13/5).

Loading...

1. Pelaku diduga merupakan kekasih korban.

Kasus Mutilasi Fera Oktaria, sering dipukuli pacar  istimewa-foto: liputan6.com

Seperti yang sudah diungkapkan oleh pihak kepolisian, bahwa pelaku pembunuhan merupakan kekasih korban. Hubungan keduanya diakui keluarga sudah terjalin sejak empat tahun terakhir.

"Korban benar bernama VO dan kita menemukan sidik jari terduga pelaku di TKP. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga merupakan kekasih korban," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Sidik jari tersebut memang mengarah ke kekasih korban. Namun polisi masih belum mau mengungkap identitas pelaku mutilasi. Penyidikan masih berjalan.

2. Korban sempat diancam dibunuh oleh sang kekasih.

Sang kekasih diketahui sudah menjadi mantan pacar VO. Namun korban masih kerap mendapatkan ancaman dari mantannya. Sang ibu, Suhartini mengetahui bahwa anaknya kerap mendapatkan perlakuan kasar dari kekasihnya itu, oleh sebab itu pula Fera memutuskan untuk mengakhiri hubungannya yang berjalan sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

3. Sang kekasih kerap melakukan pemukulan kepada VO.

Menurut berbagai sumber diketahui jika kekasih VO kerap bersikap tidak wajar terhadap korban. Sebelum kejadin, VO bercerita kepada orangtuanya bahwa ia sering diancam oleh mantan pacarnya, bahkan kerap berakhir dengan tindakan fisik.

4. Pelaku diduga ingin membakar tubuh korban.

Dari hasil olah TKP ditemukan sebuah fakta, tak hanya membunuh dan memutilasi korban saja, perlaku diketahui ingin membakar jasad korban. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan jejak pembunuhnya. Dilansir brilio.net dari merdeka.com, Senin (13/5), polisi menemukan beberapa barang bukti, seperti 2 unit koper hitam berukuran sedang, pakaian korban, minyak tanah, obat nyamuk dan korek api.

Direktur Direskrimum Polda Sumsel Kombes Yustan Alviani mengatakan, diduga pelaku ingin membakar jasad korban menggunakan obat nyamuk, korek api dan minyak tanah yang sudah disiapkan. Pelaku menyusun waktu pembakaran dengan menghidupkan obat nyamuk yang lama-lama akan menyambar ke minyak tanah yang berada di dekat jada korban.

"Sudah dirancang dengan timer, sehingga saat kamar ditinggalkan, korban akan terbakar dengan sendirinya. Tapi obat nyamuknya akhirnya mati, jadi tidak sempat terbakar," ujarnya.

5. Sang kekasih (DP) merupakan anggota TNI yang baru dilantik.

Setelah adanya penyelidikan lebih dalam, polisi menemukan identitas pelaku, di mana pelaku yang merupakan kekasih korban adalah seorang yang baru saja lulus menjadi anggota TNI di Baturaja berinisial Prada DP (22). Kini pelaku sedang diburu pihak kepolisian lantaran pergi dan meninggalkan Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dandodik Latpur) Rindam II/Swj di Baturaja tanpa izin. Ia telah meninggalkan komando pendidikan dan latihan tempur sejak delapan hari lalu.