Brilio.net - Siapa sangka ada beberapa tanaman hias yang mengandung racun bahkan mematikan hanya karena kamu menyentuhnya. Padahal kalau dari luar keliatan cantik dan indah. Wah, buat kamu pecinta tanaman wajib tahu nih tanaman hias apa aja yang harus membuatmu ekstra hati-hati.

Berikut ini 10 tanaman hias beracun, seperti dihimpun brilio.net dari goodhousekeeping.

1. Foxglove (Digitalis purpurea).

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Jangan biarkan warna-warna bunganya yang cantik menipumu. Bunga yang mekar berbentuk lonceng seringkali menarik perhatian anak-anak, namun rupanya seluruh bagian tumbuhan ini mengandung glikosida, yang dapat menyebabkan keracunan. Reaksi-reaksi keracunan yang pertama mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, halusinasi, sakit kepala hingga delirium. Korban yang keracunan juga mempunyai denyut nadi yang lemah, tremor, kejang-kejang dan bahkan dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang mematikan.

Loading...

2. Rhubarb.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Rhubarb adalah semacam pohon keladi atau talas. Tanaman ini memiliki daun beracun tetapi batangnya bisa dijadikan bahan makanan lezat seperti kue dan pie. Namun banyak juga yang langsung memakannya mentah-mentah. Asalkan jangan memakan teralu banyak bagian daunnya karena bisa mematikan ginjal.

3. Wisteria.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Wisteria merupakan tanaman hias yang sangat populer terutama di China dan Jepang. Namun siapa sangka  biji yang diproduksi oleh tanaman ini cukup beracun. Semua bagian tanaman mengandung saponin yang disebut wisterin. Zat tersebut beracun dan jika tertelan, dapat menyebabkan pusing, kebingungan, mual, muntah, sakit perut, diare dan yang terparah pingsan.

4. Dieffenbachia.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Dieffenbachia atau dikenal dengan sebutan daun bahagia merupakan tanaman hias populer yang biasa ditanam di pekarangan. Getah daun dan batang Dieffenbachia mengandung kalsium oksalat yang dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir dan lidah. Sebaiknya, jauhkan tanaman ini dari anak-anak dan hewan peliharaan, karena mereka rentan akan bahaya tanaman ini.

5. Bunga lili.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Meski bunga lili sangat indah namun genus Hemerocallis bisa membahayakan kucing kesayanganmu. Menjilat atau makan sedikit daun saja bisa menyebabkan kucing terkena gagal ginjal akut hingga kematian. Begitulah menurut US Food and Drug Administration.

6. Daffodil.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Daffodil merupakan sebutan umum bagi bunga-bunga yang termasuk dalam varietas bunga narcissus. Daffodil tergolong memiliki racun berbahaya, terutama bila bagian umbi atau akarnya termakan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti muntah-muntah dan diare. Selain itu juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, tremor, dan gangguan detak atau irama jantung.

7. Hydrangea.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Daun tanaman hias yang populer ini mengandung senyawa glikosida sianogen dan akan melepaskan senyawa hidrogen sianida saat tertelan. Meski demikian, akarnya dapat digunakan sebagai antioksidan dan mengobati penyakit yang berhubungan dengan ginjal.

8. Oleander.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Bunga Jepun. Tanaman hias dengan bunga cerah berwarna pink ini semua bagiannya beracun. Racunnya dapat menyebabkan muntah, diare, masalah terhadap sistem saraf pusat dan serangan jantung.

9. Rhododendron dan Azalea.

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Mekarnya bunga ini memang terlihat cantik tapi seluruh bagian rupanya sangat beracun. Menelan bunga, batang atau daun bisa menyebabkan sakit perut, sulit bernafas, kelumpuhan, koma dan bahkan kematian.

10. Hemlock (Conium maculatum).

tanaman beracun © 2017 goodhousekeeping.com

Bunga-bunga putih kecil ini mungkin muncul di kebunmu seperti rumput liar. Namun kamu wajib waspada karena tanaman ini mengandung alkaloid coniine, yang memiliki struktur kimia dan sifat farmakologi mirip dengan nikotin. Coniine dapat mengganggu kerja sistem saraf pusat. Konsentratnya yang tinggi dapat dengan mudah merusak sistem pernafasan dan menyebabkan kematian.