1. Home
  2. ยป
  3. Wow!
22 April 2019 19:01

10 Tips simpel kurangi sampah elektronik, jangan ragu donasikan

Sampah elektronik bisa menimbulkan pencemaran udara, air, maupun tanah. Yusuf Harfi

Brilio.net - Aktivitas manusia pada era modern seperti saat ini tidak dapat lepas dari peralatan elektronik. Banyak aktivitas yang bergantung pada peralatan elektronik, mulai dari kebutuhan dapur seperti penanak nasi, oven, kompor listrik, hingga dispenser. Selain itu, manusia kini tidak bisa lepas dari kebutuhan alat komunikasi seperti handphone hingga komputer.

Melihat kondisi tersebut, mau tidak mau membuat kita membeli berbagai alat tersebut untuk digunakan dan disimpan di rumah. Tidak heran, apabila isi ruangan dipenuhi berbagai macam peralatan elektronik. Pernahkah kamu berpikir, bagaimana kalau peralatan-peralatan elektronik tersebut tidak lagi digunakan?

BACA JUGA :
6 Inspirasi kerajinan tangan dari bekas peraga kampanye, kreatif abis


Tidak jarang, orang-orang merasa sayang membuang peralatan elektronik yang sudah tak lagi terpakai, misal karena sudah rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi. Banyak peralatan elektronik yang telah menjadi sampah tersebut hanya disimpan dan dibiarkan di memenuhi rumah atau gudang.

Pembiaran tersebut biasanya terjadi karena kebanyakan pemilik peralatan elektronik tidak paham bagaimana mengolah atau memperlakukan barang-barang tersebut apabila telah menjadi sampah. Padahal, sampah elektronik dapat berdampak kurang baik bagi lingkungan seperti menimbulkan pencemaran udara, air, maupun tanah.

Nah, biar nggak menumpuk, berikut 10 tips simpel mengurangi sampah elektronik. Bukan hanya mengatasi sampah elektronik itu sendiri, melainkan juga terkait kebiasaanmu dalam memanfaatkan alat elektronik agar tak menambah jumlah sampah elektronik.

BACA JUGA :
10 Trik mengolah barang bekas di rumah untuk mengurangi sampah

Penasaran apa saja tipsnya? Berikut ulasannya seperti dihimpun Brilio.net dari berbagai sumber, Senin (22/4).

1. Jual bekas peralatan elektronik.

foto: liputan6.com

Menjual peralatan elektronik bekas yang tak lagi dipakai merupakan cara paling mudah mengurangi sampah elektronik di rumahmu. Meskipun harga jualnya tidak semahal ketika kamu membelinya, kamu akan mendapat uang dari alat elektronik yang tak lagi kamu gunakan.

2. Donasikan.

foto: mashable.com

Mendonasikan peralatan elektronik bekas kepada yang lebih membutuhkan bisa kamu coba. Tentu peralatan yang kamu donasikan harus masih memiliki nilai guna. Apabila kamu bermaksud mendonasikan alat elektronik berupa handphone, laptop, atau sejenisnya, pastikan untuk menghapus informasi apa pun sebelum mendonasikannya.

3. Daur ulang dan pilah sampah elektronik.

foto: cmaecocycle.net

Sebelum kamu memutuskan membuang sampah elektronik, kamu perlu memilahnya. Sampah elektronik yang dibuang sembarangan bisa saja berbahaya bagi lingkungan karena kandungan zat di dalamnya.

Kamu dapat memilah komponen mana yang sekiranya dapat dimanfaatkan atau didaur ulang. Bentuk daur ulangnya pun bermacam-macam, mulai dari kerajinan yang memiliki nilai guna hingga berupa hiasan.

4. Rawat peralatan elektronik agar awet.

foto: digitaltrends.com

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi sampah elektronik adalah dengan merawat peralatan elektronik agar tetap awet dan bisa digunakan dalam waktu lama. Selain mengurangi sampah elektronik, hal itu dapat menghemat anggaran keuanganmu karena tidak perlu terlalu sering membeli alat elektronik. Beberapa alat elektronik seperti handphone atau laptop dikenal cukup mudah rusak apabila tidak dirawat dengan baik.

5. Selalu berpikir dua kali ketika hendak membeli perangkat elektronik baru.

foto: merdeka.com

Sebelum memutuskan membeli peralatan elektronik baru, pertimbangkan dengan matang rencana tersebut. Pertimbangkan apakah kamu benar-benar membutuhkan atau sekadar keinginan.

Jika hanya keinginan, kamu lebih baik menunda rencana tersebut. Bisa saja kamu masih dapat menggunakan peralatan elektronik yang menurutmu sudah tak berguna. Misal, kamu bisa memutar musik dari ponsel lama. Jadi, pikirkan dengan bijaksana.

6. Simpan data secara online.

foto: compatitech.com

Penyimpanan data secara online lewat layanan cloud akan berdampak untuk mengurangi jumlah sampah elektronik. Dengan menyimpan data secara online, kamu bisa mengakses data di mana saja dari seluruh dunia tanpa perlu membawa perangkat penyimpanan seperti flash disk atau hard disk.

7. Mengurangi pemakaian listrik.

foto: liputan6.com

Mengurangi pemakaian listrik dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan elektronik ramah lingkungan. Dengan konsumsi listrik yang lebih sedikit, secara tidak langsung akan mengurangi peralatan listrik yang digunakan.

Segeralah beralih ke alat listrik ramah lingkungan, misalnya lampu hemat energi. Mengurangi pemakaian listrik membantu kita secara perlahan untuk tidak tergantung pada alat elektronik.

8. Biasakan memperbaiki peralatan elektronik yang rusak.

foto: anthropocenemagazine.org

Kalau peralatan elektronikmu di rumah rusak, jangan buru-buru menggantinya dengan yang baru. Mulailah terbiasa berusaha memperbaiki alat elektronik yang rusak itu daripada langsung menjadikannya sebagai sampah.

Dengan memperbaikinya, kamu dapat memperpanjang nilai guna peralatan elektronik tersebut. Selain itu, kamu jadi bisa memiliki keterampilan memperbaiki sesuatu. Kalau pun kamu tidak dapat memperbaikinya sendiri, kamu dapat meminta bantuan orang lain.

9. Sewa saja daripada membeli.

foto: barcominc.com

Untuk peralatan elektronik tertentu, lebih baik kamu menyewa daripada harus membeli yang baru. Sebab, bisa saja kamu hanya membutuhkannya dalam waktu yang sebentar. Misalnya, kamu membutuhkan kamera, kamu lebih baik menyewa alih-alih harus membelinya, karena ketika kamu tidak membutuhkannya lagi, alat tersebut hanya akan menjadi sampah.

10. Ajak orang lain lakukan hal serupa.

foto: waste360.com

Inilah tips terakhir untuk mengurangi sampah elektronik. Setelah kamu melakukannya, ajak orang lain untuk melakukan hal serupa. Bisa kamu mulai dari orang-orang terdekat seperti keluarga atau teman. Yakinkan pada mereka bahwa sampah elektronik merupakan hal yang harus diperhatikan karena dapat membawa dampak buruk bagi lingkungan.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags