1. Home
  2. ยป
  3. Sosok
18 Januari 2016 10:31

Tulis dua novel, Sigit impikan jadi novelis terkenal

Meski sudah menulis dua novel, Sigit belum menerbitkan karyanya itu. Nur Romdlon

Brilio.net - Menulis menjadi salah satu hobi yang paling banyak digemari. tak jarang dari hobi itu, menulis bisa berubah menjadi sebuah profesi yang menghasilkan. Salah satu anak muda yang sedang gemar menulis adalah Muhammad Sigit. Pemuda 18 tahun asal kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini bahkan bermimpi bisa menjadi salah satu penulis terkenal di Indonesia. Salah satu bukti usahanya untuk mewujudkan cita-citanya adalah dengan dua novel yang telah selesai ia tulis.

Lewat layanan Story Telling bebas pulsa brilio.net di nomor telepon 0800-1-555-999, Sigit menceritakan jika ia telah menyelesaikan dua buku fiksi berjudul 'Utsukushi Omoide' yang berarti Kenangan terindah dan Ketika Seorang Otaku Merasakan Cinta.

Buku pertamanya, Utsukushi Omoide, mulai ditulis sejak Desember 2014. Novel itu menceritakan tentang seorang siswa kelas X SMA yang tertarik dengan kakak tingkatnya yang merupakan primadona sekolah. Merasa ditolak karena dia bukanlah sosok yang berprestasi, si tokoh utama itu tertantang untuk membuktikan kemampuannya.

Baca juga: Trauma teror, Khaliq kapok merantau ke ibu kota

BACA JUGA :
Sejak berhenti dari pekerjaan, Dwi rindu teman-temannya sekantor



"Akhirnya ia pun bisa membuktikan kepandaiannya dengan bisa mengikuti olimpiade sains internasional, tapi sayang si kakak kelasnya itu sudah punya kekasih," cerita Sigit kepada brilio.net, Minggu (17/1).

Setahun kemudian, ia pun mulai menggarap novel keduanya. Kegemarannya dengan anime Jepang pun berusaha ia tuangkan dalam sebuah cerita. Buku tersebut menceritakan tentang seorang anak muda yang menggandrungi anime Jepang. Kegemarannya itu ditunjukkan dengan koleksi komik, video, game, dan berbagai hal yang berbau anime. Bahkan saking gandrungnya dengan anime, ia menjadi sosok yang antisosial, kurang berbaur dengan orang-orang di sekitarnya. Tapi hal itu lantas berubah ketika ia jatuh hati pada seorang perempuan teman sekelasnya. Berbagai kisah mereka berdua pun menjadi cerita utama dalam tulisan Sigit itu.

Namun sayang, hingga saat ini Sigit belum bisa menerbitkan karya sastranya itu. Ia mengaku masih punya kendala untuk mencoba menawarkan tulisannya itu kepada penerbit. Terlebih lagi daerahnya yang terpencil membuatnya jauh dari akses informasi.

"Lewat cerita ini saya berharap ada penerbit yang mau menerbitkan tulisan saya itu," harap pemilik akun Facebook Sigit Alfha Reza itu.

Pemuda yang mengidolakan Raditya Dika dan Faza Meonk ini mulai suka menulis sejak kelas IX SMP. Ia mengaku biasa menuangkan idenya pada selembar kertas. Tulisan yang ada pada kertas tersebut baru kemudian ia ketik pada laptop di rumah.

"Biasa manfaatin waktu luang buat nulis, pas di sekolah lagi luang juga saya pakai buat nulis," katanya.

Ia berharap suatu saat mimpinya untuk bisa menjadi novelis terkenal bisa tercapai.

Wah...semangat buat meraih mimpi, Sigit!

Cerita ini disampaikan oleh Sigit melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags