Brilio.net - Maestro seni rupa Indonesia, Nasirun, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.58 WIB di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Seniman kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu mengembuskan napas terakhir pada usia 60 tahun.

Kepergian Nasirun meninggalkan jejak panjang di dunia seni rupa Indonesia. Di balik karya-karyanya yang dikenal luas hingga mancanegara, ia justru menjalani kehidupan yang sederhana dan memiliki pandangan tersendiri tentang kesuksesan.

Dikenal Sederhana Meski Karyanya Bernilai Tinggi

Nasirun meninggal dunia © 2026 brilio.net

Nasirun meninggal dunia
© 2026 brilio.net/Brilio Video Indonesia

Nasirun dikenal sebagai sosok bersahaja sekaligus memiliki karakter yang khas. Meski karya-karyanya bernilai tinggi dan namanya dikenal di berbagai negara, ia tidak pernah menganggap kekayaan sebagai tujuan utama dalam berkesenian.

Pandangan itu pernah ia ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Brilio pada 2016 lalu.

"Bersahajanya saya tolak, miliunernya juga saya tolak," ujar Nasirun dalam video “NASIRUN, SENIMAN MILIUNER TAPI TAK PUNYA HP” yang tayang pada 26 Agustus 2016 lalu lewat Facebook Brilio Video Indonesia.

Sepanjang perjalanan kariernya, karya-karya Nasirun dipamerkan di berbagai negara, di antaranya Singapura, Jepang, hingga Prancis. Namanya juga dikenal di kancah seni rupa internasional.

Memiliki Ribuan Karya, Rumahnya Terbuka untuk Publik

Nasirun meninggal dunia © 2026 brilio.net

Nasirun meninggal dunia
© 2026 brilio.net/Brilio Video Indonesia

Selain aktif berpameran, Nasirun tercatat telah menghasilkan sekaligus mengoleksi sekitar 1.448 karya seni.

Karya-karya tersebut dipajang di kediamannya dan dapat dinikmati pengunjung tanpa dipungut biaya. Langkah itu menjadi salah satu cara Nasirun mendekatkan karya seni kepada masyarakat.

Meski memiliki aset bernilai miliaran rupiah dan kendaraan mewah, gaya hidupnya tetap jauh dari kesan berlebihan.

Tak Punya Handphone dan Tidak Bisa Mengemudi

Nasirun meninggal dunia © 2026 brilio.net

Nasirun meninggal dunia
© 2026 brilio.net/Brilio Video Indonesia

Salah satu fakta yang cukup dikenal dari sosok Nasirun adalah pilihannya untuk tidak memiliki telepon seluler atau handphone.

Ia juga diketahui tidak bisa mengemudi, meskipun memiliki kendaraan.

Pilihan hidup tersebut sejalan dengan prinsip yang selama ini dipegangnya. Bagi Nasirun, berkesenian bukanlah jalan untuk mengejar ketenaran ataupun kekayaan.

"Saya dari berkesenian tak pernah ambisi untuk menjadi populer, ambisi menjadi kaya raya, apalagi ambisi untuk mengalahkan orang lain," ujarnya.

Nasirun meninggal dunia © 2026 brilio.net

Nasirun meninggal dunia
© 2026 brilio.net/Brilio Video Indonesia

Kisah di Balik Julukan "Seniman Gorengan"

Selain dikenal sebagai maestro seni rupa, Nasirun juga sempat mendapat julukan "Seniman Gorengan". Julukan tersebut lahir setelah pameran tunggalnya pada 1997 mencatat penjualan yang sangat cepat.

Nasirun mengaku saat itu belum memahami istilah "booming". Namun, seluruh karya yang dipamerkan habis terjual hanya dalam hitungan jam.

"Pada tahun 97 saya juga tidak mengerti apa yang namanya booming. Saat itu terjadi pada saat pameran saya di tempat Sandi Sulaiman Almarhum. Itu jam 7 dibuka, jam 3 sudah sold out, akhirnya saya dikasih gelar, alhamdulillah, Seniman Gorengan, kira-kira begitu," ujar Nasirun pada tim brilio.net.

Julukan tersebut kemudian melekat pada dirinya sebagai gambaran atas tingginya minat kolektor terhadap karya-karyanya pada masa itu.

Kepergian Nasirun menjadi kehilangan bagi dunia seni rupa Indonesia. Warisan berupa ribuan karya dan pemikirannya tentang kesederhanaan dalam berkesenian menjadi bagian penting yang akan terus dikenang.