1. Home
  2. »
  3. Serius
22 April 2021 23:20

Yuk kolaborasi dukung gerakan konservasi air untuk masa depan

Waspada, Indonesia berpotensi krisis air yang besar lho Yani Andriansyah
Foto-foto : @yans_brilio

Brilio.net - Air adalah sumber kehidupan. Karena itu sudah semestinya kita menjaga sumber air. Berdasarkan data World Resources Institute (WRI), terdapat 36 negara di dunia dengan tingkat stres air (water stress) sangat tinggi. Ini adalah kondisi ketika cadangan air tidak mencukupi jumlah permintaan air di negara tersebut.

Kendati Indonesia tidak masuk dalam daftar tersebut, tetapi dalam data stres air WRI tersebut, Indonesia tergolong sebagai negara dengan tingkat stres air yang cukup tinggi. Artinya, Indonesia berpotensi krisis air yang besar di masa depan jika tidak diantisipasi sejak sekarang.

BACA JUGA :
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas air minum rumah tangga


Karena itu konservasi air menjadi sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang rentan kekeringan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Karenanya diperlukan kerjasama dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai, Saparis Soedarjanto menjelaskan, saat ini pemerintah tengah melakukan berbagai upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sebagai bagian dari inisiatif memperkuat daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mengurangi kejadian bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA :
3 Tips menyeduh kopi jadi lebih nikmat beraroma, pakai air mineral deh

Upaya pemulihan ini dilakukan secara fisik melalui kegiatan RHL dan pembuatan bangunan sipil teknis, maupun dengan membangun kesadaran dan peran masyarakat, pemerintah daerah dan swasta.

Kami juga mengapresiasi sektor swasta yang dalam menjalankan usahanya tetap mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai inisiatif untuk bersama menjaga kualitas dan kuantitas air,ujar Saparis dalam acara webinar Konservasi Air Demi Masa Depan yang merupakan bagian dari seri webinar Gotong Royong #JagaBumi yang diinisiasi Danone Indonesia bekerjasama dengan Katadata.

Sementara Head of Climate & Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni menjelaskan, pihaknya bersama masyarakat dan para mitra terus berkomitmen dan telah melakukan berbagai inisiatif pengelolaan sumber daya air berkelanjutan melalui berbagai upaya konservasi, pertanian ramah lingkungan, serta penyediaan akses air bersih baik bagi masyarakat.

Selain itu kami juga selalu berupaya menargetkan penghematan dan pemanfaatan kembali air, serta menjalankanpraktik bisnis yang bertanggung jawab dan sesuai dengan regulasi terkait penggunaan sumber daya air yang ditetapkan pemerintah, katanya.

Hingga saat ini, Danone Indonesia tercatat telah berhasil menanam hingga lebih dari 2,4 juta pohon, membangun lebih dari 1900 sumur resapan, membangun lebih dari 80.000 lubang biopori, membangun fasilitas panen hujan, serta membuka akses air bersih dan sanitasi (WASH) yang menjangkau lebih dari 361.000 orang.

Bekerja dengan para ahli dan pemangku kepentingan lokal, Danone Indonesia juga berupaya melakukan mitigasi dampak penurunan sumber daya air akibat perubahan iklim seperti yang dilakukan di DAS Rejoso, Jawa Timur. Inisiatif ini diharapkan dapat memulihkan DAS tersebut yang saat ini mengalami tekanan dengan perubahan tutupan lahan dan penggunaan air yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, Danone Indonesia juga bergabung dan menjalin kolaborasi bersama sejumlah lembaga dan perusahaan dalam bentuk kemitraan multipihak untuk penatalayanan air melalui aksi kolektif, penerapan standar keberlanjutan dan praktek terbaik, serta upaya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengelolaan sumber daya air di wilayah DAS.

Karena itu seluruh pihak termasuk seluruh pengguna air harus dapat memaknai betapa berharganya air dan memanfaatkannya secara bijak sekaligus menjaga kelestariannya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags