Brilio.net - Kepergian Wili Mbuik ke Papua Pegunungan awalnya menjadi bagian dari perjalanan hidupnya untuk bekerja dan mengabdi. Namun, rencana tersebut berakhir tragis setelah pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya itu menjadi korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Wili yang baru berusia 24 tahun termasuk salah satu dari tiga korban dalam insiden penembakan yang terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore. Kabar kematiannya kemudian membawa duka mendalam bagi keluarga di Nusa Tenggara Timur, terlebih Wili merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.
Dilansir brilio.net dari Merdeka.com, keluarga mengenal Wili dengan panggilan Nona Wili. Sosoknya dikenang sebagai perempuan yang sopan, penyayang, dan tetap dekat dengan keluarga meski harus merantau jauh dari kampung halaman.
Keluarga sempat berharap Wili selamat
ASN Wili Mbuik
© 2026/TikTok/@wilimbuik
Kabar mengenai kondisi Wili pertama kali membuat keluarga panik. Mereka mendapat informasi bahwa Wili mengalami luka tembak di bagian kiri dada dan berada dalam kondisi kritis.
Foto kondisi Wili juga dikirim kepada keluarga. Situasi tersebut membuat keluarga yang berada di Nusa Tenggara Timur langsung berkumpul dan berdoa agar Wili masih bisa diselamatkan.
"Kami sudah syok karena dikirimi foto kena tembakan di bagian kiri dada. Kami itu langsung telepon keluarga di situ. Kami di sini sudah histeris. Kami mohon Tuhan tolong, kami punya anak semoga dia selamat," cerita Selvi Mbuik, bibi Wili, dikutip dari Merdeka.com, Jumat (11/9/2026)
Harapan tersebut ternyata tidak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, keluarga kembali menerima kabar bahwa Wili telah meninggal dunia.
"Tapi beberapa saat kemudian, kabar datang bahwa Nona Wili sudah pergi selamanya," sambungnya.
Kabar duka itu diterima keluarga pada Rabu sore. Rasa kehilangan semakin berat karena sebelumnya mereka masih berharap Wili dapat melewati kondisi kritis setelah terkena tembakan.
Wili dikenal dekat dengan sang ayah
ASN Wili Mbuik
© 2026/TikTok/@wilimbuik
Di mata keluarga, Wili bukan hanya sosok yang dikenal sopan, tetapi juga sangat memperhatikan keluarganya. Meski tinggal jauh di Papua, ia disebut rutin menghubungi ayahnya melalui panggilan video.
Wili juga tetap menunjukkan kepeduliannya setelah menerima gaji. Ia disebut kerap mengirimkan sebagian penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sang ayah.
"Anak itu terlalu sopan, tidak pernah kata kasar. Tiap kali gajian dia telepon bapaknya dan kirim kebutuhan bapaknya. Kirimi bapaknya uang untuk belanja apa yang bapaknya mau. Dia anak bungsu. Baik sekali. Mereka ada 5 lima bersaudara dan dia yang bungsu," ungkap Selvi.
Keluarga juga menyebut Wili sebagai sosok yang memiliki belas kasih dan selalu menghargai orang lain. Cara bicaranya pun dikenal lembut dan tidak terbiasa mengeluarkan kata-kata kasar.
Kenangan tersebut kini menjadi bagian yang paling melekat bagi keluarga setelah Wili pergi untuk selamanya.
Berangkat ke Papua sejak 2023
Perjalanan Wili di Papua sudah dimulai sejak 2023. Ia kemudian mengikuti seleksi CPNS di wilayah tersebut hingga akhirnya mendapatkan surat keputusan sebagai aparatur sipil negara.
"Dia berangkat ke Papua 2023 dan tes CPNS di sana baru terima SK," ungkap Selvi.
Setelah resmi menjadi ASN, Wili menjalankan pekerjaannya di Dinas Pertanian Jayawijaya. Menurut keluarga, ia tetap setia menjalankan pekerjaan dan pelayanan di tempatnya bertugas.
Wili diketahui merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana). Di usia yang masih muda, perjalanan kariernya sebagai ASN baru saja dimulai sebelum tragedi penembakan tersebut terjadi.
Jenazah Wili dipulangkan ke Rote
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Wili kemudian dipersiapkan untuk dipulangkan ke kampung halaman keluarganya di Rote, Nusa Tenggara Timur.
Proses pemulangan dilakukan melalui perjalanan panjang dengan sejumlah titik transit. Jenazah diberangkatkan sejak pukul 08.00 WITA dengan rute:
Wamena menuju Jayapura
Jayapura menuju Makassar
Makassar menuju Kupang
Kupang menuju Rote menggunakan kapal
Keluarga menyebut jenazah diperkirakan tiba di Kupang pada keesokan harinya sebelum kemudian melanjutkan perjalanan menuju Rote.
"Sekarang dalam perjalanan dan besok tiba Kupang dan langsung ke Rote," tandas Selvi.
Kabar terbaru, jenazah Wili Mbuik sudah tiba di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/9) pagi.
FAQ
1. Siapa Wili Mbuik?
Wili Mbuik adalah pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya berusia 24 tahun dan alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana.
2. Bagaimana Wili Mbuik meninggal?
Wili menjadi salah satu korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 9 September 2026.
3. Ke mana jenazah Wili Mbuik dipulangkan?
Jenazah Wili dipulangkan dari Wamena melalui Jayapura, Makassar, dan Kupang sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal menuju Rote.
Recommended By Editor
- Jenderal TNI AD ditembak mati di Papua, ini perintah Jokowi lawan KKB
- Jokowi sebut kerusuhan Wamena karena kelompok kriminal bersenjata
- Usai ASN dikritik DPR, MenPAN-RB tulis surat: "Tetaplah melayani, meski tak semua orang melihat"
- Resmi diperpanjang: WFH ASN setiap jumat berlanjut 2 bulan, ini alasan dan hitungan pemerintah
- Dampak WFH ASN hari pertama: Jakarta lebih lancar dan hemat waktu perjalanan
- WFH ASN berlaku mulai April 2026, ini cara Pemerintah memantau kinerja aparatur



