Brilio.net - Kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anak laki-lakinya yang berusia empat tahun di Kota Madiun menjadi sorotan setelah polisi mengungkap hasil pemeriksaan psikologis tersangka, Dwi Bagus Martono (40). Tersangka disebut memiliki tingkat kecerdasan atau intelligence quotient (IQ) di atas rata-rata serta kecenderungan sifat superior.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai hubungan kecerdasan dan perilaku seseorang. Namun, ahli psikologi forensik Reza Indragiri mengingatkan bahwa IQ bukan ukuran yang bisa digunakan untuk menentukan baik atau buruknya perilaku seseorang.
Dalam perkara pidana, menurut Reza, fokus utama tetap pada perbuatan yang dilakukan dan bukti yang dapat diuji. Penilaian terhadap profil psikologis tidak bisa menggantikan proses pembuktian hukum.
IQ Tinggi Tidak Otomatis Menentukan Perilaku
Dwi Bagus Madiun
© 2026 /Istimewa
Reza menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual hanya menggambarkan salah satu aspek kemampuan seseorang. IQ tinggi tidak serta-merta menjamin seseorang memiliki kontrol moral atau memperlakukan orang lain dengan baik.
“Bagi saya, pertimbangan tentang profil psikologi pelaku, baik dari sisi kecerdasan, dari sisi kepribadian, dari sisi trauma, dari sisi masa kecil, itu tidak terlalu penting,” kata Reza kepada Liputan6.com, Selasa (27/10/2026), dilansir Brilio, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, hal yang lebih penting dalam perkara kriminal adalah pembuktian atas tindakan yang dituduhkan kepada seseorang.
“Yang penting adalah membuktikan perilakunya. Kalau perilakunya memang sungguh-sungguh ada, terbukti, maka dia dipidana. Sebaliknya, kalau ternyata perilakunya tidak ada, ya sudah, tidak dipidana,” ujarnya.
Reza juga mengingatkan agar hasil pemeriksaan psikologis tidak digunakan untuk memberikan label tertentu kepada seseorang, lalu menjadikannya dasar untuk menyimpulkan bahwa orang tersebut pasti melakukan kejahatan.
“Jadi dikhawatirkan otoritas penegakan hukum itu bekerja bukan berdasarkan pembuktian, tapi berdasarkan labeling, bahwa seseorang sudah dicap A, B, C, D, E, dan seterusnya, niscaya melakukan suatu perbuatan,” kata Reza.
Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan Psikologis Tersangka
Dwi Bagus Madiun
© 2026 /Istimewa
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy HM Sihombing menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan Dwi memiliki IQ di atas rata-rata. Polisi juga menyebut tersangka gemar menonton film bergenre thriller.
“Berdasarkan hasil tes psikologi, dia punya keinginan yang cukup dengan kemampuan, dan dia juga suka menonton film-film bergenre thriller,” ujar Roy, Rabu (28/10/2026), dilansir dari Liputan6.com.
Roy menyebut tersangka membutuhkan waktu sekitar dua hari, sejak pembunuhan hingga upaya mengamankan barang bukti. Polisi mendalami rangkaian tindakan tersebut sebagai bagian dari penyidikan.
Meski demikian, informasi mengenai kecerdasan maupun kegemaran menonton film tidak dengan sendirinya membuktikan motif atau menjelaskan penyebab seseorang melakukan tindak pidana.
Kronologi Singkat Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Dwi Bagus Martono menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya yang berusia empat tahun. Berdasarkan keterangan kepolisian, kedua korban diduga dibunuh pada 20 September 2026 di lokasi berbeda di Kota Madiun.
Dini diduga dibunuh di kamar Hotel Mataram Baru. Sementara itu, anaknya diduga dibunuh di dalam mobil. Polisi kemudian menelusuri dugaan tindakan tersangka setelah kedua korban meninggal dunia.
Penyidik menduga jasad korban dibawa ke lokasi lain, kemudian dipotong, dibakar, dan digiling untuk menghilangkan jejak. Rangkaian tindakan tersebut disebut berlangsung sekitar dua hari.
Polisi juga mengungkap dugaan perselisihan rumah tangga sebagai salah satu latar belakang kejadian. Dwi dan Dini diketahui telah menjalani pernikahan siri selama sekitar dua tahun.
Menurut keterangan polisi, konflik diduga berkaitan dengan persoalan hubungan Dwi dengan istri sahnya serta hubungan Dwi dengan Dini. Namun, penyidik masih mendalami motif dan rangkaian peristiwa untuk melengkapi perkara.
Polisi Gelar Rekonstruksi di Tiga Lokasi
Untuk melengkapi penyidikan, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur menggelar rekonstruksi di tiga tempat kejadian perkara (TKP).
Lokasi pertama adalah Hotel Mataram Baru, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, tempat Dini diduga dibunuh. Lokasi kedua berada di rumah orang tua tersangka di Gang Tentrem, Jalan Doho, Madiun, yang disebut sebagai tempat anak korban diduga dibunuh.
Lokasi ketiga adalah kediaman pribadi tersangka, yang menurut penyidik digunakan untuk memotong dan membakar jasad korban dalam upaya menghilangkan jejak.
Polisi masih mendalami bukti dan rangkaian tindakan yang dilakukan tersangka. Dwi telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Dalam perkara tersebut, tersangka terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.
FAQ
1. Apakah IQ tinggi menjamin seseorang berperilaku baik?
Tidak. Menurut ahli psikologi forensik Reza Indragiri, IQ menggambarkan kemampuan intelektual dan tidak secara langsung menentukan perilaku atau kontrol moral seseorang.
2. Apa hasil pemeriksaan psikologis Dwi Bagus Martono?
Polda Jawa Timur menyampaikan bahwa Dwi memiliki IQ di atas rata-rata dan kecenderungan sifat superior. Polisi juga menyebut tersangka gemar menonton film bergenre thriller.
3. Bagaimana kronologi singkat kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun?
Menurut keterangan kepolisian, Dini Hardiyanti dan anaknya yang berusia empat tahun diduga dibunuh pada 20 September 2026 di lokasi berbeda di Madiun. Polisi menduga tersangka kemudian melakukan sejumlah tindakan untuk menghilangkan jejak dan masih mendalami perkara tersebut.
Recommended By Editor
- Momen emosional ayah Wili Mbuik ditelepon pria diduga anggota KKB pakai HP putrinya
- Kenangan terakhir Wili Mbuik dengan ayah, video call haru dan permintaan rendah hati di tanah orang
- Sosok Wili Mbuik ASN yang jadi korban KKB di mata keluarga, sopan dan selalu perhatikan sang ayah
- Kronologi kematian satpam Jatiluhur ditemukan terborgol, jejak terakhir hingga temuan polisi
- Kronologi pria diduga curi ayam tewas dikeroyok warga di Bali, motor ikut dibakar, anak terisak tangis
- Kronologi pembunuhan cucu Mpok Nori di Cipayung, pelaku mantan suami siri asal Irak



