1. Home
  2. ยป
  3. Serius
5 Desember 2022 12:39

Curhatan pilu warga terdampak erupsi Gunung Semeru, dua kali jadi korban

Ia telah sekuat upaya untuk bangkit, tetapi bencana itu kembali datang memberinya ujian. Shofia Nida
foto: Twitter/@BNPB_Indonesia

Brilio.net - Gunung Semeru kembali memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada Minggu (4/12) sejak pukul 02.46 WIB. Adanya peningkatan aktivitas erupsi yang terjadi, membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) menaikkan status Gunung Semeru dari siaga menjadi awas.

Dari pengamatan visual, abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. Dilansir dari BNPB, sebanyak 1970 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik.

BACA JUGA :
9 Potret terkini kondisi Gunung Semeru, jalanan tertutup awan guguran panas


Diketahui, Gunung Semeru bukan pertama kali ini memuntahkan awan panas. Sehingga warga memiliki trauma tersendiri ketika gunung Semeru tengah menunjukkan aktivitas erupsi, seperti halnya yang dialami Ngadiyono.

Dilansir brilio.net dari merdeka.com pada Senin (5/12) Ngadiyono merupakan warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang yang baru saja menempati hunian di Bumi Semeru Damai (BSD). Kendati sudah menempati rumah baru, pikirannya langsung teringat kampung lamanya yang sudah hancur tepat setahun lalu.

Ngadiyono mengaku kaget saat melihat Awan Panas Guguran (APG) membumbung tinggi di langit pada Minggu (4/12). Kepulan awan itu tampak tak biasa seperti yang sering dilihatnya setiap pagi dari Bumi Semeru Damai (BSD).

BACA JUGA :
Terjadi guguran awan panas, status Gunung Semeru naik dari level siaga menjadi awas

foto: Twitter/@BNPB_Indonesia

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags