1. Home
  2. ยป
  3. Selebritis
1 Februari 2019 09:10

Kontroversi RUU Permusikan, ini sindiran pedas Jerinx ke Jokowi

Meski masih jadi rencana Undang-Undang, namun sudah jadi kontroversi Nur Luthfiana Hardian

Brilio.net - Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan masih menjadi perbincangan. Pasalnya RUU yang dirancang oleh oleh Komisi X DPR RI menuai kritikan dari beberapa musisi. Satu hal yang menjadi sorotan adalah pasal 5 yang berisi beberapa larangan bagi para musisi. Mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat kontern pornografi hingga membuat musik provokatif.

Beberapa musisi pun memberikan komentarnya terkait RRU Permusikan ini. Banyak yang beranggapan jika pasal ini berlaku, akan menyulitkan musisi. Jadi harus perlu dikaji ulang. RUU ini memang menjadi kontroversi di mata musisi Tanah Air, beberapa dari mereka ikut memberikan komentar, salah satunya dalah Jerinx SID.

BACA JUGA :
Curhatan Dik Doank soal sosok Ahmad Dhani masuk penjara


Dalam akun Instagram pribadinya, Jerinx memberikan komentarnya yang menyentil Presiden Joko Widodo. Sebelum masuk komentar mengenai peraturan musiknya, Jerinx memberikan komentar mengenai atribut grup band luar yang sering dipakai, yang termasuk pakaian yang pernah dipakai Jokowi.

"Hal pertama yg muncul di pikiran saya adalah kaos band-band metal yg selama ini dipakai oleh Presiden Jokowi," tulisnya di akun Instagram pribadinya @jrxsid yang sudah brilio.net lansir pada Jumat (1/2).

Jerinx melanjutkan kalau tidak mungkin Jokowi tidak mengetahui mengenai RUU yang kan di sahkan ini. Tentu sudah disosialisasikan terlebih dahulu dengan Jokowi.

BACA JUGA :
13 Transformasi Ahmad Dhani, dari musisi top hingga politisi

"Hipokrisi tingkat tinggi karena mustahil Jokowi tidak tahu ttg RUU ini sebelum disosialisasikan. Atau, memang ada pembusukan dari dalam tubuh kabinet Jokowi sendiri. Hal ini, menarik bagi saya, " lanjutnya.

Peraturan yang dijelaskan kalau ada larangan musisi tidak boleh membawa budaya barat yang negatif. Hal itu juga menganggu bagi Jerinx. Dirinya merasa hak keseniannya sedang dirampas dan serasa akan binasa.

Sedangkan peraturan mengenai membawa musik yang provokatif, Jerinx juga berkomentar akan terus membawa salah satu lagu yang berjudul BAli Tolak Reklamasi akan tersu ia bawakan. "Karena salah satu faktor kuat perekat gerakan ini hingga bertahan selama 5 tahun lebih adalah musik." tulis Jerinx.

View this post on Instagram

RUU Musik: Hipokrisi Hakiki atau Teror Korporasi? RUU ini sangat menyebalkan tapi agak menarik. Hal pertama yg muncul di pikiran saya adalah kaos band-band metal yg selama ini dipakai oleh Presiden Jokowi. Sejak lama beliau seringkali promote band-band yg jelas ada di kategori dilarang oleh RUU sialan ini. Hipokrisi tingkat tinggi karena mustahil Jokowi tidak tahu ttg RUU ini sebelum disosialisasikan. Atau, memang ada pembusukan dari dalam tubuh kabinet Jokowi sendiri. Hal ini, menarik bagi saya. Hal kedua, sebagai musisi, tentu saya merasa hak berkesenian saya sedang diperkosa dan akan dibinasakan. Ini negara kok tiba-tiba mencoba jadi lebih brengsek dari major label? Bahkan major label yg pernah kami ajak kerja sama gak gini amat noraknya, mereka masih membuka ruang negosiasi yg luas tuk raih win-win solution. Kampungan adalah kata yg tepat bagi siapapun yg punya ide melahirkan RUU ini. Hal ketiga, sudut pandang saya sebagai orang Bali, tentu otomatis otak saya mencoba menggabungkan dots yg ada dan mengaitkan RUU ini dengan gerakan Bali Tolak Reklamasi. Kenapa? Karena salah satu faktor kuat perekat gerakan ini hingga bertahan selama 5 tahun lebih adalah musik. Lagu Bali Tolak Reklamasi sudah jadi semacam lagu wajib orang Bali, dan daya pukul lagu ini tidak bisa dilawan karena tidak akan mungkin akan ada musisi yg cukup tolol utk membuat lagu Bali Dukung Reklamasi. Nah, bisa saja, berkaca dari kasus BTR, pusat (atas pesanan korporat) merasa harus mengeluarkan RUU ini utk meredam resistensi akar rumput di daerah-daerah lain yg sedang dijajah korporat. Karena melawan dengan musik sudah pasti kalah, ya sekalian saja bikin RUU yg melarang lahirnya lagu-lagu perlawanan semacam BTR Selain semua hal negatif di atas, tentu ada hal positif dari RUU ini, ia akan menjadi semacam filter yg membuka topeng siapakah musisi sesungguhnya, dan siapa pebisnis yg kebetulan main musik. Saran dari saya: semua musisi, apapun genre dan latar belakang budayamu harus kompak melawan RUU ini. Lengkapnya klik link di bio saya

A post shared by JRX (@jrxsid) on

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags