1. Home
  2. ยป
  3. News
12 Juni 2015 07:43

Tidak hanya unik, 8 karya yang Jogja Artweeks juga penuh filosofi

Jogja Artweeks merupakan salah satu pagelaran seni contemporary art fair terbesar di Asia Tenggara. Andi Rosita Dewi

Brilio.net - Juni adalah bulannya para seniman untuk berkarya bersama dan saling berkumpul di acara yang spektakuler bernama Jogja Artweeks. Gerakan inisiatif nirlaba ini mengumpulkan puluhan karya-karya terbaik seniman Indonesia dan mancanegara.

Jogja Artweeks merupakan salah satu pagelaran seni contemporary art fair terbesar di Asia Tenggara. Tema Jogja Artweeks tahun 2015 adalah 'Embrace! past and future at present'.

Jika kamu sedang berada di Jogja atau berencana ke Jogja di bulan Juni ini, maka kamu termasuk beruntung, sebab kamu dapat menyaksikan pagelaran seni terbesar ini dan menjadi saksi dari karya-karya fenomenal para seniman.

Bertempat di gedung pameran Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada, puluhan karya tersebut dipamerkan dan terbuka untuk umum.

Setiap karya yang ada memiliki keunikan tersendiri, tidak hanya unik dan menarik, ternyata karya-karya tersebut juga penuh dengan filosofi. Berikut 8 karya yang dipamerkan di Jogja Artweeks seperti yang telah didokumentasikan brilio.net, Kamis (11/6).

1. Ceramic Installation


Jika hanya dilihat sekilas, tidak ada yang menarik dengan ceramic installation yang berwarna coklat dan menempel di dinding tersebut. Karya tersebut diberi nama '0 1 2 3' yang dibuat oleh Apri Susanto itu ternyata mengandung makna yang begitu berharga.

Seperti yang dituliskan sang seniman di keterangan karyanya, kosong ke satu adalah dari tiada menjadi ada dan selanjutnya adalah beragam konsekuensi yang harus ditanggung oleh manusia selama menjalani hidup fananya.

2. Melihat dan mendengar

Karya milik Elyegawe Long ini memiliki filosofi bahwa kadang seseorang kelihatannya melihat namun sesungguhnya tidaklah melihat, kadang seseorang mendengar, tapi tidak mendengarkan.

3. Tak pernah mutlak

Tak pernah mutlak adalah judul karya yang diangkat oleh Rahman Sebiat yang dibuatnya di mix media installation. Karya ini ingin menyampaikan pesan tentang perjalanan tokoh si gundul yang memiliki beragam perilaku buruk dan tentang kebaikan yang belum tentu mau untuk diketahuinya.

4. The Making of Happiness

Gambar tentang anak kecil yang tersenyum lebar ini dimaknai oleh Kadafi Gandi Kusuma sebagai suatu kebahagiaan yang menghangatkan. Seperti yang tertulis dalam keterangan karyanya "Happiness is a warm gum (the beatles), is a warm heart, warm momen, warm sould and a hot decision".

5. Three perceptual perception

Lukisan yang menggambarkan ikan koi dan ikan paus ini adalah karya Zipit Supomo. Bermakna jangan lihat sesaat lalu cepat menyimpulkan, jangan juga beberapa saat lalu mengambil tindakan, karena persepsi kadang bisa benar kadang menyesatkan.

6. Perbedaan dalam harmoni

I Made Suastika, membuat sebuah karya yang berjudul 'perbedaan dalam harmoni'. Karya ini menyampaikan makna tentang 'sustainable development'.

7. Interpretasi zaman kalabendhu

Lukisan Primayoga 'Sogik' tersebut menyampaikan pesan setelah zaman edan ini adalah zaman puncak kesengsaraan, penuh tumbal dan pengorbanan, banyak korban berjatuhan, rakyat kecil jadi sasaran.

8. Becik setitik akeh ala ora ketara

Salah satu ceramic installation yang dipamerkan di Jogja Artweeks adalah karya Dyah Retno Fitriani. Menyampaikan pesan bahwa adalah sah selalu gelisah terhadap ketidakjujuran dan kesal terhadap segala kebohongan yang terekspos di berbagai media.

Sebenarnya masih banyak karya-karya spektakuler dari Jogja Artweeks ini, pameran masih dibuka untuk beberapa hari ke depan, jika kamu penasaran, kamu bisa langsung datang ke pameran yang ada di PKKH UGM.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags