1. Home
  2. ยป
  3. News
11 Juli 2015 20:01

Pak tua jual kertas doa keharmonisan keluarga dengan harga seikhlasnya

Kata kakek itu, tulisan berisi doa dalam kertas tersebut dapat dibaca dan dihayati agar perjalanan rumah tangga seseorang senantiasa harmonis. Irwan Khoiruddin

Brilio.net - Banyak orang lebih memilih menjadi peminta-minta dari pada harus bekerja. Bahkan banyak orang yang relatif masih muda dan bertenaga juga memilih profesi meminta-minta ini. Sayangnya, keadaan tak baik ini diamini oleh sebagian orang lewat memberinya uang secara cuma-cuma. Padahal uang yang tak seberapa itu bisa jadi akan lebih berguna untuk orang-orang renta yang masih berusaha dan menjaga diri dari meminta-minta.

Salah satu dari sekian sosok tua yang masih gigih berusaha adalah kakek penjual kertas doa ini. Meski kondisinya sudah tak muda lagi, ia lebih memilih mendapatkan uang dari keringatnya sendiri.


Saat ditanya mengenai barang dagangannya yang dibawa menggunakan plastik hitam, kakek yang sabanharinya mangkal di Pasar Blauran, Surabaya ini mengaku menjajakan kertas yang berisi doa untuk keselamatan dan keharmonisan rumah tangga. Kata kakek itu, tulisan yang berisi doa dalam kertas tersebut dapat dibaca dan dihayati agar perjalanan rumah tangga seseorang senantiasa harmonis dan selamat dunia akhirat.

Ketika ditanya mengenai harga, kakek sepuh itu menjawab bahwa kertas dagangannya itu dapat dibeli dengan harga seikhlasnya.

Dalai Lama, pria kelahiran Bali yang melihat kegigihan kakek tersebut, menuturkan bahwa ia salut dengan kakek itu. Tak pikir panjang, Dalai pun bergegas mengeluarkan uang untuk membeli dagangan kakek itu. "Terima kasih nak, terima kasih. Jika kamu sudah berumah tangga, bacalah doa ini agar keluargamu selamat," ujar Dalai menirukan perkataan kakek penjual kertas doa.

"Bagi saya tak seberapa penting untuk mengetahui apa isi tulisan dalam kertas itu. Yang pasti kakek itu telah berusaha dengan cara yang baik dan halal" kata Dalai kepada brilio.net, Kamis (9/7) melalui akun sosialnya.

Jika kakek yang sudah berusia sangat tua saja masih mau bekerja, tidak ada lagi alasan untuk menganggur dan bermalasa-malasan.

BACA JUGA:

Kesetiaan Mbah Yudo ke Keraton, 12 tahun kerja bergaji Rp 15.000/bulan

Mbah Dumiyo, usia 90 tahun tetap semangat jualan 'es jadul'

Usia senja, Mbah Temo semangat jualan peyek demi untung tak seberapa

Kisah Mbah Sugeng, tak mau minta-minta meski tinggal di kos reyot

Cara ibu membahagiakan kamu lebih dari yang kamu sadari

Gigihnya Mbah Kom, 32 tahun jajakan sapu lidi meski tak melihat

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags