1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
8 Januari 2019 15:01

Tidur berlebihan bisa sebabkan kematian, ini penjelasan ilmiahnya

Penelitian tentang dampak tidur berlebihan ini dilakukan di 21 negara. Syifa Fauziah

Brilio.net - Tidur merupakan aktivitas yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang apalagi untuk orang yang susah tidur atau mengalami kebiasaan sulit tidur. Biasanya kebanyakan dari mereka ketika memiliki banyak waktu lebih memilih menghabiskan waktunya untuk tidur bahkan berdiam diri di kamar

Ternyata waktu tidur yang berlebihan memiliki dampak negatif untuk kesehatan. Menurut sebuah studi global baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal, tidur melebihi yang direkomendasikan enam hingga delapan jam per malam untuk orang dewasa dapat menyebabkan peningkatan risiko kematian dini dan penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA :
6 Dampak ngeri kebiasaan tidur lebih dari 8 jam per hari


"Tidur sangat penting bagi kesehatan manusia, dan orang menghabiskan sekitar sepertiga jam mereka untuk tidur. Ini semakin dianggap sebagai perilaku gaya hidup yang penting yang dapat mempengaruhi penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian," demikan seperti dijelaskan penelitian itu.

Menurut para peneliti, hal itu terjadi karena ketika tidur seseorang tidak membuang banyak energi, sebaliknya nafsu makan meningkat dan mempengaruhi metabolisme tubuh. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa orang dengan tidur berlebihan memiliki risiko lebih besar terkena CVD atau kematian.

Penelitian yang dibuat oleh Chuangshi Wang dari McMaster China dan Peking Union Medical College, memeriksa kebiasaan tidur 116.632 orang dewasa dari 21 negara dengan tingkat pendapatan yang berbeda di tujuh wilayah geografis. Negara-negara ini diklasifikasikan berdasarkan pendapatan nasional bruto per kapita dari klasifikasi Bank Dunia pada awal penelitian.

BACA JUGA :
Tradisi di Madura ini unik banget, siang malam tidur beralas pasir

Ada empat negara berpenghasilan tinggi (Kanada, Swedia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab), 12 negara berpenghasilan menengah (Argentina, Brasil, Chili, China, Kolombia, Iran, Malaysia, Palestina, Filipina, Polandia, Afrika Selatan, dan Turki), dan lima negara berpenghasilan rendah (Bangladesh, India, Pakistan, Tanzania, dan Zimbabwe).

Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner tentang faktor demografis, status sosial ekonomi, perilaku gaya hidup (durasi tidur, merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, dan diet). Kuesioner ini juga mencakup riwayat penyakit, hingga riwayat penyakit keluarga.

Studi ini menyimpulkan bahwa orang yang tidur lebih dari jumlah yang disarankan tertinggi (yaitu, delapan jam setiap hari) memiliki peningkatan risiko mengalami gagal jantung dan stroke. Orang-orang ini juga memiliki risiko kematian yang meningkat hingga 41 persen.

Risiko semakin meningkat dengan lebih banyak tidur. Temuan ini juga menunjukkan bahwa mereka yang tidur lebih dari enam jam per malam dan tidur siang juga memiliki risiko penyakit dan kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidur siang tetapi tidur kurang dari enam jam per malam.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags