1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
4 November 2021 11:39

5 Fakta gagal jantung, penyakit yang diderita pesinetron Hanna Kirana

Untuk mengenali bahwa penyakit yang diderita itu adalah gagal jantung, maka tidak bisa dengan hanya berdasarkan satu gejala saja. Annathiqotul Laduniyah
foto: Instagram/@hannakirana23 dan Freepik

Brilio.net - Pesinetron muda Hanna Kirana meninggal di usianya yang masih 18 tahun pada hari Selasa (2/11) lalu pukul 21.00 WIB. Pemeran sinetron Suara Hati Istri ini dikabarkan meninggal akibat gagal jantung di Rumah Sakit PMI Bogor.

"Iya benar, tadi jam 9 malam (meninggalnya). Gagal jantung. Ini ayahnya Hanna. Mamanya nggak sadarkan diri," kata ayah Hanna dilansir dari Kapanlagi.com.

BACA JUGA :
Sebut cinta terakhir, ini 9 kenangan Hanna Kirana dan Ilyas Bachtiar


Seakan masih menjadi momok yang ditakuti, gagal jantung merupakan menjadi sebuah penyakit di mana organ jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh sebagaimana mestinya atau seperti kondisi normal. Hal ini diungkapkan oleh dokter rumah sakit akademik (RSA) UGM, dr. Humaera Elphananing Tyas di talkshow-nya yang mengatakan, untuk mengenali bahwa penyakit yang diderita itu adalah gagal jantung, maka tidak bisa dengan hanya berdasarkan satu gejala saja.

Untuk dapat mengetahui lebih lanjut mengenai gagal jantung, ini lima faktanya yang perlu Sobat Brilio ketahui. Selengkapnya dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (4/11).

1. Penyebab gagal jantung.

BACA JUGA :
Karyanya abadi, ini 7 FTV dan sinetron yang dibintangi Hanna Kirana

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito Anggarino Damay, penyebab orang yang mengalami gagal jantung bisa sangat beragam. Misalnya, penyakit katup jantung, penyakit jantung bawaan, penyakit jantung koroner, darah tinggi hingga penyakit infeksi virus atau bakteri. Termasuk dengan merokok dan makan makanan dengan natrium yang tinggi berkontribusi pada penyakit gagal jantung.

Penanganannya dapat berupa pemasangan ring, operasi perbaikan katup atau dengan obat-obatan untuk menjaga kerja jantung. Penanganan ini bisa berbeda-beda sesuai dengan penyebab gagal jantungnya.

2. Gejala gagal jantung.

Gagal jantung pada dasarnya memiliki berbagai macam gejala seperti sesak napas, kaki bengkak, perut kembung, serta kondisi merasakan kelelahan. Namun sayangnya gejala-gejala tersebut pun belum cukup untuk memvonis bahwa pasien menderita gagal jantung. Masih perlu pemeriksaan fisik dan penunjang lebih lanjut, seperti pemeriksaan irama jantung, pemeriksaan bentuk dan kondisi jantung dan paru-paru, serta pemeriksaan kinerja jantung.

"Gagal jantung sesungguhnya adalah penyakit komplikasi dari penyakit jantung," ujar Dokter Humaera.

3. Diagnosis Gagal Jantung.

Sedangkan untuk dapat mendiagnosis penyakit jantung, yang harus dilakukan adalah dengan melakukan screening jantung. Sebab, gagal jantung tidak hanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak baik, tetapi juga karena faktor genetik. Screening juga berguna untuk mengetahui kelainan atau kendala-kendala yang ada pada jantung.

Selain screening, pasien yang mengalami penyakit gagal jantung juga harus melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia. Karena influenza dapat mempercepat bahkan memperparah penyakit gagal jantung yang diderita. Hal ini diungkapkan oleh Humaera dalam talkshow yang diunggah di kanal YouTube Rumah Sakit Akademik UGM pada Senin (1/11).

4. Terdapat berbagai jenis gagal jantung.

Bentuk paling umum gagal gagal jantung adalah gagal jantung sistolik, ketika fungsi otot jantung berkurang, dan berakibat darah tidak mengalir dengan mudah ke seluruh tubuh.

Bentuk lain dari gagal jantung adalah gagal jantung diastolik, yang terjadi ketika jantung mengalami gangguan relaksasi dan tidak dapat mengisi dengan benar karena kekakuan otot.

5. Tips mencegah gagal jantung.

Untuk mencegah tubuh dari penyakit ini dan tetap menjaga kesehatan jantung, Humaera memberikan beberapa tips yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya makan dengan teratur. Hal ini juga berlaku dengan tidak terlalu sering mengonsumsi makanan instan serta junk food, perbanyak makan buah dan sayur, banyak minum air putih, serta hindari stres, dan rutin berolahraga.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags