1. Home
  2. ยป
  3. Global
3 April 2020 07:57

Pasar di Wuhan kembali jual daging kelelawar, ini kata WHO

Pasa hewan di Wuhan menjadi lokasi awal ditemukannya virus corona. Trinanda Rizqi
Pasar hewan. foto: dailymail.co.uk

Brilio.net - Pandemi virus corona Covid-19 masih berlangsung di banyak negara. Dilaporkan bahwa virus corona tersebut awalnya berasal dari pasar hewan di Wuhan, China.

Pasar tersebut menjual berbagai hewan liar seperti kelelawar, yang diduga kuat membawa virus corona. Sejumlah ilmuwan mengatakan ada kemungkinan bahwa kelelawar itu menginfeksi hewan pasar lain atau manusia secara langsung.

BACA JUGA :
Habiskan Rp 166,4 juta, korban pertama Corona di Wuhan sembuh


Pada Januari lalu, otoritas China mengambil tindakan tegas dengan menutup pasar tersebut setelah lima pekerjanya didiagnosis menderita Covid-19. Temuan kasus infeksi virus corona Covid-19 ini kemudian berkembang menjadi pandemi global sampai sekarang.

Sekarang ini wabah corona di China sudah pulih. Tapi yang mengejutkan, pasar hewan di Wuhan itu kembali dibuka dan menjual hewan-hewan liar seperti dahulu.

Berita ini diungkap media asal Inggris Daily Mail beberapa hari lalu. "Apakah mereka tidak belajar? Pasar Tiongkok masih menjual kelelawar dan menyembelih kelinci di lantai berlumur darah saat Beijing merayakan 'kemenangan' atas virus corona," tulis Daily Mail pada Sabtu (28/3) lalu.

BACA JUGA :
Virus Corona masuk Indonesia, begini cara cegah penularannya

Narasumber dari Daily Mail mengatakan, pasar telah kembali beroperasi dengan cara yang sama. "Seperti yang mereka lakukan sebelum virus corona merebak, meskipun ada wabah tautan ke kelelawar."

"Anjing dan kucing yang ketakutan berada di kandang yang berkarat. Kelelawar dan kalajengking ditawarkan untuk dijual sebagai obat tradisional. Kelinci dan bebek disembelih dan dikuliti di lantai batu berlumuran darah, kotoran, dan sisa-sisa binatang."

Dalam artikel itu juga disertakan sejumlah foto seperti potret kucing dalam kandang besi, poster pengobatan tradisional dengan gambar sejumlah hewan liar termasuk kelelawar. Disertakan pula sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita mengonsumsi daging kelelawar.

Menanggapi hal ini, pihak dari WHO menyatakan, "Artikel itu mendokumentasikan keberadaan kucing dan anjing yang dijual di pasar. Ini tidak dianggap sebagai hewan liar dan karenanya tidak dicakup oleh undang-undang baru yang disahkan di China yang melarang perdagangan dan konsumsi hewan liar."

WHO melanjutkan pernyataannya, kios yang menjual obat tradisional dengan bahan-bahan hewan liar adalah iklan berbagai produk obat-obatan olahan dan tidak menjual kelelawar hidup atau hewan liar lainnya atau daging segar mereka.

Video dengan wanita yang makan hidangan kelelawar adalah video lama yang sudah ada selama berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun lalu.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags