1. Home
  2. ยป
  3. Duh!
29 April 2020 03:41

Tak bisa pulang, ibu hamil dan anak jalan kaki selama 6 jam

Ibu hamil ini berhasil sampai tujuan namun harus menjalani isolasi di sebuah hotel. Ferra Listianti
foto: Facebook/Jessie New Siew Ling & unsplash.com

Brilio.net - Baru-baru ini seorang wanita yang tengah hamil menjadi sorotan publik lantaran berjalan kaki selama enam jam dari Singapura ke Johor Bahru, Malaysia. Tidak hanya sendiri, ia juga membawa anak kecilnya yang baru berusia dua tahun melintasi jembatan panjang dengan membawa barang-barangnya. Jembatan tersebut merupakan perbatasan utama yang menghubungkan antara Singapura dan Malaysia

Dilansir brilio.net dari world of buzz pada Rabu (29/4), wanita tersebut diketahui bernama Jessie New Siew Ling. Lewat Facebook pribadinya, ia mengunggah foto selama perjalanan dan menjelaskan alasannya berjalan kaki dari Singapura.

BACA JUGA :
Kisah haru wanita hamil 8 bulan meninggal karena corona


foto: Facebook/Jessie New Siew Ling


Diketahui, jika izin kunjungan sosial putranya tidak lagi dapat diperpanjang. Ia pun tidak bisa menggunakan alat transportasi umum dari Singapura akibat sistem lockdown imbas dari pandemi virus corona yang semakin meluas. Transportasi umum seperti bus baru bisa beroperasi pada awal bulan tepatnya tanggal 2 Mei. Hal ini yang membuatnya nekat untuk berjalan kaki.

Jessie berbagi cerita jika perjalanannya dari Singapura ke Kompleks Bea Cukai Imigrasi dan Karantina Johor Bahru memakan waktu sekitar enam jam. Ini sudah termasuk 40 menit berjalan kaki melintasi causeway atau sebuah jembatan Malaysia yang baru.

"Kami berjalan sekitar 40 menit melintasi Causeway sebelum memasuki pos pemeriksaan Johor Bahru. Kemudian, setelah pemeriksaan oleh petugas kesehatan, kami dibawa ke sebuah hotel di Johor Bahru untuk diisolasi," terangnya.

Jessie melakukan perjalanan dari Singapura ke Malaysia sekitar pukul 8 pagi. Lantaran dia hamil, Jessie pun tidak bisa menggendong putranya yang masih kecil. Ia harus rela membiarkan putranya berjalan sendiri dengan pengawasannya.

"Saya mulai dari Singapura sekitar jam 8 pagi ini. Karena saya hamil, saya tidak bisa menggendong anak saya, dan anak itu terlalu muda untuk berjalan terlalu cepat," tambahnya.

Setelah berjalan kaki cukup jauh, ia bersama putranya pun selamat sampai di tujuan. Namun karena harus dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari, ia bersama putranya bermalam di sebuah hotel terpencil di Johor Bahru, Malaysia. Ia juga membagikan postingan foto kamar hotel yang tampak kecil dan bersih.

BACA JUGA :
Momen haru driver ojek online bantu dorong gerobak pemulung

foto: Facebook/Jessie New Siew Ling

Jessie merupakan asisten guru pendidikan anak usia dini di Singapura. Alasannya ia harus kembali ke Johor Bahru dengan putranya karena sang suami masih perlu bekerja. Sebelumnya, ia telah mengajukan permohonan izin kepada Komisi Tinggi Malaysia di Singapura pada 23 April dan menerima balasan pada 25 April dari pihak berwenang.

"Saya mendengar bahwa Komisi Tinggi Malaysia di Singapura saat ini hanya membuka 400 tempat bagi orang yang mengajukan permohonan untuk pulang, jadi saya menyarankan agar sesama warga yang ingin kembali ke rumah harus membuat aplikasi melalui email tiga hari yang lalu," ungkapnya lebih lanjut.

Postingan yang di unggah Jessie lewat akun Facebooknya pun menarik warganet untuk ikut berkomentar.

"Jaga dirimu dan anak-anakmu. Ayo!," tulis Menodie Caca.

"Anak-anak hebat. Ibu juga hebat. Semoga semua selamat dan sehat," terang Shumiin Chee.

"Kerja keras, istirahatlah yang baik. Adik laki-laki itu sangat baik dan sangat bijaksana," ungkap Lee Joo Heng.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags