1. Home
  2. ยป
  3. News
11 April 2015 12:08

Temuan mahasiswa UII atasi kesulitan air bersih warga pesisir pantai

Selain praktis filter buatan mahasiswa UII juga mudah dibawa kemana-mana dan menggunakan energi matahari. Ahada Ramadhana

Brilio.net - Beberapa mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) menemukan filter air yang mampu mengubah air asin menjadi air siap minum. Mereka adalah Listia Annisa, Maha Chrisna Baruna Putra, Raka Kharisma Praditya, Aufa Haqqu Hablillah, dan Mentari Yuwanda.

Ide ini berangkat dari teori tentang air yang ada di pemukaan bumi dimana 90 % merupakan air asin dan hanya 10 % yang merupakan air siap pakai.

Selain itu, fakta menyedihkan lainnya bahwa warga Yogyakarta yang tinggal di pesisir pantai justru seringkali kekurangan air bersih. Yang menjadi kelebihan filter air ini adalah selain praktis (portable), juga hanya membutuhkan energi matahari.

Filter yang dinamai "Vapor It" ini juga dimaksudkan uuntuk memudahkan para traveller memperoleh air siap minum ketika berkunjung ke pantai.

Karya yang mendapat dana hibah dari DIKTI ini menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah didapat, antara lain bambu, loyang dan kaleng biskuit. "Jadi kami pakai alat-alat bekas dulu. Kalau penyangganya dari bambu, penyambungnya pakai lem." ungkap Raka, salah satu anggota tim.

Prinsip dari alat ini adalah memisahkan air dari kandungan garamnya dengan cara diuapkan degan bantuan kaca yang mampu meneruskan sinar matahari agar berkontak dengan air. Setelah menguap, air yang terpisah dari garam mengalir menuju tabung penampungan air bersih sedangkan garamnya tertahan di filternya.

Untuk bentuk pastinya masih dalam upaya percobaan. Hingga hampir dua bulan pengerjaan, bentuk yang sudah dibuat ada dua macam, yaitu alas kotak (seperti pada gambar) dengan bagian puncaknya berbentuk piramida dan alas lingkaran yang puncaknya berbentuk kerucut.


Bagian puncanya maupun dasarnya merupakan kaca. Bagian bawah dari dasar dilapisi selotip hitam untuk menahan sinar matahari agar tidak keluar. Empat kaki sebagai penyangga nantinya bisa dilipat.

"Kita masih mengutak-atik dimensi yang optimal berapa, supaya debitnya juga maksimal," ungkap ketua tim Listia Annisa. Menurutnya, dengan alat ini pengguna akan mendapat dua keuntungan, selain garam-garamnya hilang, bakterinya juga hilang kena pemanasan matahari.

Nantinya, filter ini ketika sedang tak digunakan berbentuk seperti koper.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags