Brilio.net - Kamis (2/3) lalu, Snapchat melakukan pembukaan bursa saham setelah mengumumkan kesuksesan luar biasa pada penutupan saham perdana media sosial tersebut.

Salah satu penanam saham awal yang untung besar adalah sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) Saint Francis High School di Mountain View, California, Silicon Valley. Sekolah itu menjadi salah satu penanam dana awal pada 2012 lalu setelah didesak Barry Eggers, pendiri Lightspeed Venture Partners sekaligus Ketua Penyandang Dana Saint Francis High School.

Dilansir brilio.net dari Businessinsider, Jumat (3/3), ada 2012 lalu, Saint Francis High School menginvestasikan USD 15 ribu atau senilai Rp 200 juta rupiah kepada Snapchat. Setelah pembukaan saham ini, sekolah itu mendapatkan 2 juta lembar saham dengan satu lembar sahamnya dinilai USD 16-17.

Kegembiraan itu membuat Barry Eggers menuliskan kisah awal investasi ke Snapchat di blognya. Ia mencaritakan jika keberaniannya berinvestasi itu tak sengaja setelah melihat anaknya asyik bermain media sosial baru yang bernama Snapchat.

"Hampir persis lima tahun yang lalu, aku pulang kerja dan berjalan ke dapur. Putriku Natalie dan beberapa teman-teman SMA sedang duduk. Mereka semua asyik dengan ponselnya sambil tertawa. Apa yang Anda semua lakukan? Tanyaku saat itu," cerita Barry Eggers.

Loading...

sekolah tanam saham Snapchat © 2017 istimewa

Putrinya itu langsung mengatakan jika Snapchat saat ini sedang jadi aplikasi yang banyak digunakan siswa di sekolahnya setelah Angry Bird dan Instagram. Merasa punya masa depan yang bagus, Barry Eggers sepakat berinvestasi setelah ketemu dengan dua petinggi Snapchat, Evan Spiegel dan Bobby Murphy.

Kini, sekolah elit nan mahal itu pun memetik hasil dari penjualan sahamnya itu. Kabarnya, dana Rp 280 miliar rupiah dari hasil penjualan saham Snapchat itu akan digunakan untuk dana sosial dan beasiswa di sekolah tersebut. Juga untuk pembangunan fasilitas dan infrastruktur sekolah.

Saint Francis High School sendiri merupakan sekolah elit dengan biaya USD 16 ribu per tahun atau senilai Rp 213 juta.

Sementara perusahaan Barry Eggers, Lightspeed Venture Partners juga mendapatkan keuntungan tinggi dari investasi sebesar Rp 108 miliar ke Snapchat 5 tahun lalu.