Brilio.net - Pada tahun 2013 lalu sempat ramai kisah pilu Tasripin yang sungguh menyayat hati. Tasripin sendiri adalah seoarang bocah laki-laki yang tinggal di sebuah dusun terpencil di atas bukit di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

Kala itu di usianya yang muda dia sudah bekerja sebagai buruh lepas agar bisa membiayai adik-adiknya. Kabar miris itu pun terdengar sampai ke telinga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu.

Setelah mendengar kisah pilu tentang Tasripin, SBY lantas mengutus staf khususnya bekerjasama dengan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo untuk segera mengatasi persoalan hidup Tasripin dan adik-adiknya.

Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Hariyanto akhirnya berhasil menemukan rumah Tasripin. Hariyanto tak datang dengan tangan kosong, melainkan membawakan uang segepok dari SBY. Melihat datangnya bantuan membuat Tasripin tak bisa menahan tangis rasa haru.

Setelah mendapat bantuan dari SBY, Tasripin bisa sekolah. Pada tahun 2019 Tasripin lulus dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis terletak di Kampung Pesawahan Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Setelah lulus dari madrasah tersebut, Tasripin pun melanjutkan jenjang pendidikannya di SMK Ma'arif Cilongok. Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis, Isrodin menyampaikan, Tasripin kini tengah melanjutkan pendidikan di SMK Ma'arif Cilongok. Sedangkan adiknya yang bernama Dandi kini kelas VIII di MTs Pakis.

kabar terbaru Tasripin bocah viral 2013 merdeka.com

foto: merdeka.com

Sementara dua adik lainnya, masih Sekolah Dasar. Namun salah satu adiknya yang masih SD ini kini ngak tinggal bersama Tasripin, karena harus tingal di asrama pesantren.

"Tasripin sekarang sekolah SMK Ma'arif Cilongok kelas XI. Dandi adiknya kelas VIII sekolah di MTs Pakis. Adiknya yang 2 masih sekolah dasar (Daryo sekolah plus pesantren tinggal di pesantren, yg paling kecil Riyanti tinggal bareng Tasripin). Tasripin keseharian masih tinggal hidup dengan adik-adiknya," kata Isrodin, seperti yang brilio.net kutip dari merdeka.com, Senin (19/4).

Meski sudah bersekolah, namun Tasripin nggak berhenti bekerja. Kini dia masih bekerja seabgai petani atau atau jemput untuk warga sekitar. Pekerjaan ini dilakukan ketika Tasripin sedang libur sekolah, atau sedang nggak ada jam sekolah.

"Biasa sekolah, kalau lagi enggak sekolah ya kadang-kadang kerja, bertani dan disuruh orang antar jemput. Saya sering ketemu (Tasripin), kadang juga masih suka bantu-bantu kerja di MTs Pakis kalau ada pekerjaan," tuturnya.

Saat ditanya tentang biaya sekolah Tasripin, Isrodin menjelaskan jika uang jaminan untuk pendidikan Tasripin dan adik-adiknya masih ada dan memang dipergunakan hanya untuk pendidikan. Sedangkan untuk biaya kehidupan sehari-hari masih mencari secara mendiri.

"Kalau SMK ya enggak gratis. Kalau yang gratis di MTs Pakis. Iya kan uang jaminan untuk pendidikan masih dan digunakan hanya untuk kebutuhan pendidikan. Untuk kebutuhan masak dll masih mandiri," tutupnya.