Brilio.net - Di balik sebuah bencana, selalu ada berkah yang tersembunyi. Mungkin itu yang dirasakan Muhammad Rizky, bocah berusia 12 tahun yang selamat dari gempa Palu. Ia sempat tertimbun bangunan saat terjadi bencana alam tersebut. Rizky gagal menyelamatkan diri karena menonton klub kesukaannya di warnet.

Rizky diundang bertemu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Moazzam Malik, pada siang ini, Kamis (9/5). Didampingi sang ayah, Prabowo, Rizky bertemu dubes Inggris sambil menggenggam bola berharga.

Bola itu adalah barang teristimewa yang pernah didapatkan oleh Rizky, sebab bola itu dihadiahkan langsung oleh pesepak bola idolanya yang merupakan gelandang Manchester City, Riyad Mahrez. Demikian seperti dikutip dari Liputan6.

riz mc © liputan6.com

foto: Liputan6.com

Loading...

Bintang lapangan hijau itu memberikan bola tersebut, lengkap dengan tanda tangannya dan sejumlah pemain Manchester City lain, kepada Rizky ketika Rizky dan ayahnya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Inggris --sekaligus luar negeri-- pada 2 Mei 2019.

Kehadiran dua orang ini di Britania Raya bukan tanpa alasan. Bukan pula sebagai bentuk piknik keluarga. Pasca-gempa, keduanya tiba-tiba diberikan tiket perjalanan gratis ke Inggris oleh seorang warga asal London yang enggan disebutkan namanya.

Si donatur ini juga memberikan tiket untuk menonton langsung laga Manchester City kepada Rizky dan ayahnya. Plus, jalan-jalan ke Old Trafford dan keliling Manchester.

Sebelum menjelaskan lebih rinci tentang kisah Rizky, simak percakapan singkat antara Dubes Inggris berikut dengan anak laki-laki tersebut.

Moazzam Malik: "Menikmati kunjungan ke Inggris?"

Muhammad Rizky: "Ya, sangat menikmati."

Moazzam Malik: "Bertemu dengan donatur itu?"

Muhammad Rizky: "Tidak, dia tinggal di London, tidak sempat ke Manchester. Rizky telah membalasnya dengan video ketika tiba di bandara."

Moazzam Malik: "Apakah juga ke Old Trafford?"

Muhammad Rizky: "Ya."

Moazzam Malik: "Bagaimana Old Trafford?

Muhammad Rizky: "Besar."

Moazzam Malik: "Ya, itu stadium paling baik di City. Mau jadi pemain sepak bola? Bermain dengan Manchester City?"

Muhammad Rizky: "Ya."

Moazzam Malik: "Apa dukung tim Indonesia juga?"

Muhammad Rizky: "Ya, Persibaya."

Nah, bagaimana kisah pertemuan Rizky dan Riyad Mahrez?

Tahun lalu, tepatnya 28 September 2018, sewaktu lindu dahsyat mengguncang Palu dan tsunami menyapu pantai barat Pulau Sulawesi, Rizky tertimpa reruntuhan material bangunan dari sebuah warung internet (warnet), ketika ia berada di dalamnya.

Saat bencana alam itu muncul, Rizky sedang asyik melihat siaran ulang Liga Primer Inggris dari klub favoritnya, Manchester City. Lantaran terlambat untuk menyelamatkan diri, Rizky pun tertimbun tembok warnet.

Beruntung, nyawanya selamat. Namun ia masih harus berjuang keras untuk bertahan hidup: keluar dari reruntuhan bangunan. Tangan kirinya terjepit. Tubuhnya ringkih, lemah untuk digerakkan. Ia hanya bisa berupaya mencari pertolongan dengan melambaikan tangan kanannya yang 'bergerak bebas' dari balik tumpukan puing.

Sekali lagi, Dewi Fortuna masih berpihak pada anak ini. Beberapa jam setelah gempa mereda, seorang tetangga Rizky bernama Haryanto yang juga selamat dari gempa --yang kala itu kebetulan sedang lewat di lokasi warnet-- melihat tangan kecil Rizky yang bergerak lemas dari bawah reruntuhan.

riz mc © liputan6.com

foto: Liputan6.com

Dengan cekatan, ia mengangkat Rizky penuh hati-hati dari sana. Rizky pun langsung dilarikan ke pos pengungsian, tenda yang didirikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di penampungan tersebut, ia juga dipertemukan dengan ayahnya.

Hingga suatu ketika, datang seorang wartawan BBC, Nick Beake, ke ranjang di mana Rizky dirawat di tenda pengungsian. Ia banyak bertanya ke Rizky soal kronologi kejadian dan cerita bagaimana Rizky bisa keluar hidup-hidup dari puing berat itu.

Saat mendengar kisah Rizky, Nick bertanya kepadanya, "Siapa pesepak bola Machester City idolamu?", jawab Rizky, "Riyad Mahrez." Mengetahui hal tersebut, Nick lalu berinisiatif mengirimkan pesan pribadi kepada Mahrez, menyampaikan apa yang dialami oleh fans kecilnya dari Indonesia ini.

Beberapa pekan kemudian, Rizky mendapatkan kiriman berupa jersey Manchester City, lengkap dengan tanda tangan Riyad Mahrez, yang dihantarkan langsung dari Britania Raya.

Enam bulan setelahnya, datang sebuah undangan yang ditujukan ke Rizky untuk bertemu dengan sang pujaan. Undangan ini diberikan oleh seorang penonton BBC yang berkenan membiayai perjalanan Rizky untuk terbang ke Manchester dan ongkos hidup selama berada di sana.

"Halo Rizky, selamat datang di Inggris. Apa yang kamu alami sungguh mengerikan dan kamu sudah sangat berani. Saya sangat bahagia kamu ada di Manchester sekarang, menyaksikan tim sepak bola favoritmu dan membuat impianmu jadi kenyataan," demikian kata pemirsa BBC yang mengundang Rizky ke Inggris, dalam tayangan video yang diunggah oleh BBC.

Setiba di Manchester, Rizky yang ditemani ayahnya, jadi tamu spesial. Bocah ini menjadi pendamping pemain (player escort) tim Manchester City. Selain itu, ia juga bisa menonton pertandingan dengan nyaman dari tempat spesial.

Rizky pun bisa bertemu dan berbincang langsung dengan idolanya, Riyad Mahrez, usai pertandingan.

"Hai Rizky, saya ingat kamu," kata pesepak bola internasional Aljazair itu sambil memeluk Rizky.

Sebagai kenang-kenangan, Mahrez secara khusus memberikan bola yang sudah ditandatangani olehnya. Selain bertatap muka dengan para pemain Manchester City, Rizky dan sang ayah juga menikmati jalan-jalan di Liverpool dan Manchester.