Brilio.net - Istilah serangan fajar sering muncul menjelang hari pemilihan umum. Baik itu pemilihan presiden, pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah. Sebutan ini sangat identik dengan kampanye politik hitam. Sebab calon pemimpin memberikan sejumlah uang kepada orang agar mau memilihnya.

Biasanya para caleg menargetkan orang-orang yang bingung atau belum punya pilihan. Bagi penerimanya, serangan fajar ini terasa menguntungkan. Mereka yang punya suara namun bingung untuk menentukan akan menerima amplop tersebut dengan tangan terbuka. Daripada bingung memilih satu dari puluhan daftar caleg di surat suara, mending memilih yang mau memberikan uang.

Nah, namun makin ke sini sepertinya masyarakat makin pintar. Nggak cuma kaum milenial yang notabene punya edukasi soal kampanye hitam, namun orang-orang tua sekalipun kini tidak mau suaranya dibayar dengan serangan fajar para caleg.

petugas keamanan tolak serangan fajar © Twitter/@AgusMagelangan-foto: Twitter/@AgusMagelangan

Seperti kisah pria yang satu ini. Diceritakan oleh sang anak, Agus Mulyadi, kalau sang ayah termasuk sosok yang suaranya sering dibeli oleh para caleg. Pada pemilu sebelumnya, Agus mengatakan kalau ayahnya yang bernama Trimo Mulgiyanto ini hampir selalu mencoblos caleg yang memberikannya uang serangan fajar.

Loading...

Tapi pada pemilu 2019 kali ini, ayah Agus yang juga petugas TPS ini tidak mau suaranya hanya dihargai seamplop serangan fajar. Ia memilih untuk menolak dan tidak mau lagi menerima kampanye hitam dari para caleg. Ia mengamankan suaranya untuk memilih berdasarkan pilihannya sendiri.

"Saya yang mendengar cerita tersebut tentu saja langsung prengas-prenges. Lelaki bernama Trimo Mulgiyanto ini, pagi ini, bukan hanya mengamankan TPS, tapi juga mengamankan suara, harga diri, dan mertabatnya," ungkap Agus Mulyadi seperti brilio.net kutip pada Rabu (17/4).

Aksi sang ayah untuk bersikap netral ini tentu saja disambut baik oleh sang anak. Apalagi Pak Trimo ini diceritakan kalau sudah punya pilihan, tidak ragu dan goyah atas pilihannya tersebut.

"Lelaki bernama Trimo Mulgiyanto ini, pagi ini, bukan hanya mengamankan TPS, tapi juga mengamankan suara, harga diri, dan mertabatnya. Hari ini, saya tak peduli, siapa politisi yang bakal menang, sebab saya sudah punya pemenang sendiri. Tanpa survei, tanpa penghitungan suara," ujar Agus.

Cerita soal Trimo Mulgiyanto ini viral di media sosial. Usai diunggah Agus di akun Twitter pribadinya, cuitan ini telah di-retweet sebanyak lebih dari 1.500 kali. Banyak warganet yang salut cerita ini.

"Salam buat bapak mas, semoga tetap bisa milih di pemilu2 berikutnya," tulis akun @ndreprtm.

"Bapaknya orang baik mas. Semoga sehat2 terus," kata akun @ysrntth.

"Huaaaa... Aku terhura. Salam hormat buat Bapak," ujar akun @ChiqueRums.