Brilio.net - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih masih belum mereda. Meskipun beberapa negara sudah memberlakukan adaptasi baru, namun masyarakat tetap menggunakan masker masker dan jaga jarak.

Penggunaan masker yang sudah menjadi bagian dari hidup ini membuat banyak perusahaan retail membuat masker dengan motif dan model yang unik. Tak heran bila saat ini masker sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Pentingnya penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari membuat beberapa perusahaan membuat inovasi baru untuk lebih memudahkan masyarakat dalam menjalani aktivitas, terutama saat makan. Biasanya, saat akan makan kita harus membuat masker terlebih dahulu kemudian baru menggunakannya kembali.

Namun terkadang, kita kerap khawatir saat makan dalam keadaan tidak menggunakan masker karena berpotensi menyebarkan virus corona. Untuk mengurangi keresahan masyarakat, seorang kepala universitas seni di Jepang bagian barat membuat masker inovasi baru.

Masker gagasan Masako Sasaki dari Universitas Seni Kyoto Saga membuat inovasi masker dimana memudahkan masyarakat untuk tetap bisa makan sambil berbicara tanpa takut berpotensi menyebarkan virus corona.

Loading...

Masker tersebut berbeda dari masker pada umumnya karena tanpa menggunaka tali. Namun masker ini memiliki gagang untuk pengguna menutup mulut saat makan dan berbicara.

"Kami membuat gagasan ini untuk membuat pengguna tetap nyaman saat makan dan berbicara tanpa khawatir terpapar atau menyebarkan virus corona," ujar Sasakit seperti dikutip brilio.net dari Kyodo, Senin (7/9).

Masker tersebut pun sepat diuji. Beberapa orang mencicipi makanan di Kyoto. Para peserta, yang termasuk dalam bisnis hotel dan restoran, menganggap tidak sesulit yang mereka pikirkan dan justru mereka merasa nyaman dan aman saat menggunakannya.

Masker dengan gagang © 2020 brilio.net

foto: Kyodo

"Ini sangat efektif karena intinya adalah untuk mengurangi droplet," kata profesor dari Institut Ilmu Kedokteran dan Kehidupan Perbatasan Universitas Kyoto Takayuki Miyazawa.

Namun ada beberapa diantara mereka yang merasa tidak nyaman karena harus terus memegang masker dengan tangan kiri. Mahasiswa universitas seni akan mengusulkan desain lain mengikuti saran dari tenaga medis mengenai bahan yang tepat untuk masker dan penggunaan yang tepat.