Brilio.net - Kalau kamu ke luar negeri pastinya bareng keluarga atau teman. Tapi berani nggak melancong ke negara yang belum pernah kamu kunjungi seorang diri? Sudah pasti nyasar deh. Inilah yang rata-rata dirasakan 30 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Mereka ini muridnya Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi UI yang selalu mengedepankan pemikiran perubahan (change) itu lho.

Para mahasiswa ini sejatinya sedang kuliah lewat program 30 Paspor. Cuma nggak di dalam kelas. Tapi di negeri orang sambil jalan-jalan. Mereka itu sedang mengejawantahkan materi kuliah pemasaran internasional yang diajarkan pendiri Rumah Perubahan itu. Rhenald sengaja menerapkan metode ini untuk mengajarkan para mahasiswa menghadapi tantangan sekaligus mencari jalan keluarnya.

Rupanya, banyak kisah lucu, unik dan menarik lho yang dirasakan mahasiswa. Ada yang kehabisan pulsa, nyasar sudah pasti, jadi minoritas, hingga tertipu.

Tengok saja pengalaman Farida Hasna yang memilih pergi ke Australia. Saat pertama kali mendarat di Darwin pada 13 April, Farida merasa seperti minoritas. Dia satu-satunya cewek berjilbab saat itu.

Nah di hari kedua, niatnya pengen ke art gallery malah salah turun bus, hasilnya nyasar. Frida juga sempat dimarahi sopir bus ketika pertama kali naik bus kota di Darwin karena nggak punya tiket.

Duh…cerita selanjutnya KLIK NEXT.

Loading...
2 dari 2 halaman

Farida Hasna yang sempat dimarahi karena nggak punya tiket di Darwin.

“Hari ini capek kesasar, salah turun bus, mau ke museum ga taunya malah turun di…,” kicau Farida dalam akun twitternya.

Kisah Kanty Rahayu yang memilih pergi ke Inggris lain lagi. Kanty yang sempat nyasar di West Brompton, sangat kaget begitu mengambil uang di mesin ATM di London, pecahan 10 poundsterlingnya beda. “Tapi bisa tetap digunakan kok,” kicau Kanty dalam akun twitternya.

Kanty Rahayu yang kaget lihat pecahan poundsterlingnya beda.

Nasib nahas dialami Bintang Pradipta W yang pergi ke Turki. Saat hari cerah dia bongkar muat jemuran dan ditipu tukang semir. Kasihan sekali.

Bintang Pradipta yang sempat ditipu tukang semir di Turki.

Sementara pengalaman cukup menyenangkan dialami Eriandra Junitha yang memilih pergi ke Spanyol. Dia bisa mengeksplor sejumlah tempat menarik. “Sungai di Sevilla ini menjadi pembatas antara pusat kota dan perumahan,” kata Eriandra.

Eriandra Junitha menikmati kota-kota di Spanyol.

Hal yang sama dirasakan Eka Evayanti Dewi yang memilih Vietnam sebagai tempat belajar. Pada hari keenam Eka bersepeda keliling kota dan nyasar. Sebelumnya dia sempat menikmati Hoi An, kota kuno di Vietnam pada malam hari. “D5-Hoi An, acient town at night. City of lantern,” tulis Eka.

Eka Evayanti menikmati kota kuno Hoi An di Vietnam.

Nah Putri Permata yang memilih Maldives punya kisah sendiri. Dia lebih banyak baper begitu di sana kerap bertemu pasangan yang sedang bulan madu. “Cuma ber 6 di pantainya, dan honeymooners semua,” kicau Putri.

Putri Permata yang baper begitu ketemu pasangan bulan madu dari Malaysia.

Cerita Alfi Rahmadian yang pergi ke Dubai, Uni Emirat Arab ini lain lagi. Dia terkagum-kagum dengan kehebatan negara Petro Dolar itu. Sampai-sampai dia terlena saat menikmati transportasi yang super nyaman.  “Karena busnya yang sangat nyaman sampe kelewatan 3 tempat bus stop nya,” katanya.

Alfi Rahmadian yang kagum dengan Dubai sampai terlena di bus.


Tuh menarik kan kisah-kisah para mahasiswa peserta 30 Paspor ini.