Brilio.net - Tegal, salah satu nama daerah yang berada di Jawa Tengah. Tegal mempunyai banyak ciri khas yang sudah diketahui masyarakat luas. Seperti, bahasa ngapak dan warteg.

Rumah makan khas Tegal ini bisa dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, warteg juga sudah dikenal sampai luar negeri.

Orang menyukai warteg karena banyak menu makanan yang ditawarkan, rasanya tidak kalah enak dengan rumah makan lainnya, dan yang paling penting adalah harganya yang murah. Tetapi ada beberapa fakta di balik terkenalnya warteg yang jarang diketahui orang.

Berikut ini brilio.net ulas beberapa fakta menarik tentang warteg yang jarang diketahui orang, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (11/1).

1. Pintunya selalu dua.

Loading...

fakta warteg istimewa

foto: istimewa

Hampir semua bangunan warteg itu bentuknya sama. Mulai dari bahan bangunannya yang mayoritas banyak menggunakan kayu, dan ada dua pintu masuk-keluar.

Secara logika, pintu dua membuat warung tidak terlalu sesak saat orang akan masuk dan keluar. Tapi banyak pedagang warteg yang berharap rezekinya banyak jika banyak pintu.

2. Bangunannya didominasi warna biru.

fakta warteg istimewa

foto: istimewa

Selain selalu punya dua pintu, bangunan warteg juga selalu berwarna biru. Warna biru sudah menjadi identitas tersendiri bagi warteg sejak puluhan tahun yang lalu.

Meski semakin berjalan waktu, saat ini banyak pula warteg yang bangunannya berwarna lain seperti hijau, kuning, atau warna lainnya.

3. Menu wajib sayur asem.

fakta warteg istimewa

foto: istimewa

Banyak menu yang ada di warteg, tapi ada satu menu wajib yang selalu ada tiap harinya, yakni sayur asem. Jadi kalau kamu ingin cari sayur asem, di warteg sedia setiap hari.

4. Beda nama dengan di Tegal.

fakta warteg istimewa

foto: infotegal

Meskipun berasal dari Tegal, tapi jangan harap kamu bisa menemukan warteg di kota Tegal sendiri. Penyebutan nama warteg itu sendiri berasal dari orang luar yang bukan asli Tegal lantaran yang jualan orang Tegal disebutlah warteg. Kalau di Tegal namanya warung nasi atau warung makan biasa.

5. Kepemilikan warteg.

Tidak hanya istilah nama yang unik, sistem kepemilikan warteg sendiri juga unik. Biasanya yang punya warteg itu bukan hanya satu orang, tapi ada beberapa orang.

Biasanya juga yang mengelola warteg itu dari anggota keluarga besar, secara turun temurun dilanjutkan oleh setiap generasi keluarga.

Sistemnya sangat unik, jika pengelola pertama sudah selesai menjaga warteg maka akan bergantian dengan pengelola kedua. Waktu untuk pergantian itu ada yang 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali. Untuk bagi hasilnya ya sesuai dengan yang didapatkan pada saat menjaga.

6. Di Tegal ada desa pengusaha warteg.

fakta warteg istimewa

foto: istimewa

Usaha warteg kian sukses di kota-kota besar. Banyak penduduk asli Tegal yang merantau ke kota besar dan membuka warteg di sana.

Kebanyakan yang punya usaha warteg itu berasal dari beberapa desa yang ada di Tegal. Seperti Sidakaton, Sidapurna, Cebawan, Margadana, dan Krandon. Masyarakat di desa-desa tersebut mayoritas bekerja sebagai pengusaha warteg sukses di luar kota.

7. Kebiasaan orang yang makan di warteg.

fakta warteg istimewa

foto: istimewa

Orang-orang yang makan di warteg itu kebanyakan kaum laki-laki dari berbagai kalangan. Ada cara makan mereka yang dianggap tidak sopan, tapi jika di warteg itu wajar-wajar saja. Misalnya, dengan mengangkat satu kakinya ke atas kursi dan makan menggunakan tangan. Meskipun saat ini jarang yang makan dengan gaya seperti itu.

8. Warteg yang sudah go international.

fakta warteg istimewa

foto: istimewa

Saat ini warteg juga sudah ada di beberapa negara seperti Jepang, Belanda dan London. Ada yang didirikan orang asli Indonesia yang tinggal di luar negeri, ada juga yang didirikan orang asal Inggris yang menyukai tempe akhirnya membuka warteg.

9. Harga makanannya murah meriah.

fakta warteg istimewa

foto: istimewa

Meskipun warteg sudah terkenal, hal itu tidak dimanfaatkan oleh pedagang untuk menaikan harga jual. Harga makanan yang murah membuat warteg diminati banyak orang. Meskipun murah tapi rasanya tidak murahan.

10. Sistem 'touchscreen' warteg.

Jika kamu sering datang ke warteg pasti kamu tau sistem ini. Ya sistem menunjuk makanan yang akan kamu pilih melalui etalase itu disebut oleh banyak orang sistem 'touchscreen'.

11. Fenomena warteg dadakan.

Selain warteg yang menetap di suatu tempat berbagai kota. Ada juga warteg dadakan, kenapa warteg dadakan? Karena para pedagang akan membuka wateg jika ada proyek bangunan, biasanya mereka akan membuka warungnya di dekat tempat proyek. Mereka akan berjualan selama proyek itu berlangsung karena sasarannya para pegawai proyek.

12. Puluhan ribu warteg yang ada di kota-kota besar.

Sekiranya sudah ada puluhan ribu warteg yang berada di kota-kota besar. Seperti di daerah Jabodetabek saja sudah mencapai kurang lebih 34.725 warteg. Di kota-kota besar lainnya juga ada meskipun jumlahnya tidak sebesar di daerah Jabodetabek.

Reporter: mgg/Nazaroh Awalia Budiman