Brilio.net - Perjalanan hubungan Putri Mako dengan kekasihnya Kei Komuro bagai ombak yang tak pernah surut. Kontroversi dan isu tentang keduanya terus berembus sejak mereka menjalin hubungan asmara pada 2012 silam. Bahkan menjelang pernikahan keduanya yang tak lama lagi, Putri Mako didiagnosis mengalami PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).

PTSD atau gangguan stres pascatrauma merupakan gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan pengalaman yang tidak menyenangkan. Dalam hal ini, Putri Mako mengalami trauma akibat tudingan yang tak benar kepada dirinya, sang kekasih, juga keluarganya.

Sebagaimana diwartakan oleh scmp.com, Jumat (1/10), lewat sebuah konferensi pers, pihak Badan Rumah Tangga Kekaisaran menyatakan bahwa sang putri sedang dirawat karena gangguan stres pascatrauma karena pemberitaan dirinya atas hubungannya dengan Kei Komuro.

putri mako ptsd © 2021 Instagram

foto: Instagram/@casamagdalena

"Putri Mako telah menjadi sasaran kasus yang berkepanjangan dan berulang dari apa yang dia rasakan sebagai fitnah terhadap dirinya dan keluarganya serta calon suaminya. Keluarga, dan dia tidak dapat melarikan diri darinya," kata psikiater Tsuyoshi Akiyama, direktur divisi peningkatan kualitas NTT Medical Center Tokyo dalam sebuah konferensi, dikutip dari Mainichi, Selasa (5/10).

Akiyama juga menambahkan Putri Mako merasa sulit untuk mengoreksi apa yang ditulis media tentang dirinya pada kurun waktu 2018-2019. Selain itu, martabatnya sebagai manusia merasa diinjak-injak. Putri Mako terkadang merasa tidak berharga karena keinginannya untuk menjalani hidup yang damai tak dapat tercapai.

Putri Mako dilaporkan memiliki ketakutan saat melihat sesuatu yang menyudutkannya. Ia juga merasa pesimis dan sulit untuk merasa bahagia karena ketakutan yang terus-menerus dan dapat membuat hidupnya hancur.

putri mako ptsd © 2021 Instagram

foto: Instagram/@royalstylewatch

Meskipun kondisinya tidak menghalangi urusan publik atau persiapan pernikahan, namun kondisinya menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Ajudan Putra Mahkota Akishino, Takaharu Kachi, turut prihatin dan merasa sedih dengan yang terjadi oleh Putri Mako.

"Setelah mendengar diagnosis, hati saya sakit sebagai orang dalam posisi untuk menawarkan dukungan. Saya ingin tahu apakah dukungan saya cukup, dan saya merasa menyesal. Saya ingin melakukan upaya baru untuk memenuhi tugas saya," katanya dikutip dari Mainichi.

Terlepas dari kondisi Putri Mako yang mengalami PTSD, pasangan itu tetap akan menikah pada 26 Oktober tanpa upacara tradisional kekaisaran. Menurut laporan Royal Central, keduanya akan pindah ke Amerika Serikat, tempat Kei Komuro bekerja, usai mendaftarkan pernikahan mereka.