Brilio.net - Penyanyi sekaligus dokter, Tompi baru-baru ini mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak padahal tidak digunakan. Seperti yang diketahui selama masa pandemi banyak oranng tidak melakukan aktvitas di luar, seperti bekerja dan sekolah.

Tompi merasa sangat terkejut, pasalnya kenaikan listrik terjadi pada kantor kosong miliknya yang sudah tak ada aktivitas pekerja selama 3 bulan lamanya. Ia pun menyampaikan keluhannya di Twitter.

"TAGIHAN PLN MENGGILA! Ini dr PLN kagak ada konfirmasi2 main sikat aja," kata Tompi.

Cuitan Tompi itu langsung mendapat respons dari pihak PLN.

"Mohon maaf atas kendala yang dialami saat ini ya Kak, agar admin dapat melakukan pengecekan dapat dibantu Id pelanggannya via DM ya. Trims -Riko," jawab pihak PLN.

Loading...

Twitter/@dr_tompi © 2020 brilio.netfoto: Twitter/@dr_tompi

Tompi merasa kesal, kantornya yang sudah tutup 3 bulan namun tagihan listrik masih saja tinggi. Bahkan ia tak mengerti sistem kerjanya bagaimana, tiba-tiba saja menerima tagihan yang tinggi.

"Besok sy kirim ya. Itu kantor kosong gak dipake krn hampir 3 bulan tutup," ujar Tompi lagi.

Twitter/@dr_tompi © 2020 brilio.netfoto: Twitter/@dr_tompi

Pada cuitan selanjutnya Tompi menjelaskan mengenai protesnya terhadap PLN. Ia mengungkapkan informasi apa yang ia dapat dari pihak PLN. Ia mengatakan, bahwa ia tetap harus membayar Rp 2.1 juta perbulan meski kantor tersebut tidak digunakan. Tompi menyayangkan bahwa informasi seperti ini tidak disampaikan dari awal.

"Pada tahu gak , kl PLN itu ternyata : ada tarif minimum yg harus dibayarkan meski gak ada pemakaian ( kecuali sistem prepaid / token isi ulang). Nah kasus di gw ternyata harus bayar 2.1 jt per bulan meski gak dipake. Yg disayangkan adalah hal2 bgini “kurang terinfokan“ di awal," katanya.

Ia juga menjelaskan secara detail mengenai hal ini. Mengapa penggunaan listriknya melonjak tinggi.

"Utk kasus sy kmrin : yg satu salah hitung , satunya ternyata Kena minimum bayar 2.1 jt per bulan meski tempat tutup. Meski ada mekanisme kompensasi, namun selama ini tdk ter informasikan dengan baik," katanya.

"Sy rasa PLN perlu memperbaiki KOMUNIKASI PUBLIK nya dan lebih lugas / gamblang dalamnpenjelasan," pungkasnya.

Twitter/@dr_tompi © 2020 brilio.netfoto: Twitter/@dr_tompi