Brilio.net - Artis cantik Shandy Aulia selalu saja berhasil menarik perhatian publik. Sejak dirinya mengumumkan kehamilan hingga kini sang buah hati, Claire Herbowo sudah memasuki 4 bulan. Kegiatannya sehari-hari pun terus mendapat sorotan. Seperti baru-baru ini, Shandy Aulia mendapat komentar kontra dengan pendapatnya memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada anak terlalu dini, yakni 4 bulan.

Seperti diketahui, pada umumnya pemberian MPASI pada usia anak mulai 6 bulan. Ini berkaitan dengan tanda-tanda kesiapan anak makan. Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, idai.or.id, tanda-tanda itu antara lain kepalanya sudah tegak, duduk dengan bantuan, gerakan refleks menjulurkan lidah mulai berkurang, tampak antusias melihat orang makan, berupaya meraih makanan, dan membuka mulutnya saat disodori sendok atau makanan. Berdasar informasi ini, tak heran jika pada videonya saat memberi MPASI pada Claire, dibanjiri komentar bernada kritikan. 

Momen MPASI pertama sang buah hati diunggah Shandy Aulia di kanal YouTube-nya, Shandy Aulia. Dalam video itu Shandy mengaku bahwa dirinya telah melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter anak sebelum memutuskan memberikan MPASI untuk Claire.

"Awalnya aku juga cukup bingung, tapi aku banyak konsultasi dokter dan baca. Dokter anak yang selama ini menangani Claire bilang Claire sangat dipersilakan sebelum enam bulan. Karena daya mengecapnya sudah baik dan Claire sudah mau. Tapi kembali lagi setiap anak berbeda-beda tidak bisa disamakan," kata Shandy Aulia.

Berkali-kali Shandy Aulia menegaskan dalam videonya bahwa ia telah konsultasi terlebih dahulu pada dokter. Bahkan untuk makanan jenis MPASI apa yang harus diberikan pun, Shandy melakukan konsultasi dengan dokter gizi anak.

Loading...

"MPASI pertama setelah ke dokter gizi anak, aku memilih avocado. Karena lunak dan banyak gizinya. Ini akan jadi makanan pertama dalam kehidupan Claire," ujar wanita 33 tahun itu.

Nah, seperti apa ya momen MPASI pertama Claire? Berikut brilio.net lansir dari berbagai sumber, Selasa (14/7).

1. Dalam unggahannya, Shandy Aulia kembali menjelaskan mengapa dirinya memberikan MPASI pada Claire sebelum usianya 6 bulan.

Momen MPASI anak Shandy Aulia © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@shandyaulia

"Pentanyaannya mengapa Claire MPASI sebelum usia 6 bulan? seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, saya sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Anak ( Dr. Eric Gultom Sp A.(K) dan dengan Dokter Gizi @dr.sam_oetoro ) perihal MPASI pada claire saat ini, jadi bukan hanya keputusan SOK TAU saya saya percaya kepada beliau-beliau ini karena bukan dokter kemarin sore yang asal memberikan penjelasan pada setiap pasiennya tanpa penjelasan yang akurat pada akhirnya kitalah sebagai orangtua yang menentukan mana pilihan yang terbaik untuk anak kita," kata Shandy Aulia.

2. Bagi Shandy, keputusan ini bukan didasari rasa penasaran saja dan langsung memberikan MPASI kepada anaknya, melainkan benar-benar konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Momen MPASI anak Shandy Aulia © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@shandyaulia

"Hiiiii seluruh Ibu-ibu terbaik Indonesia

Terima kasih untuk setiap perhatian dan pendapat apapun itu mengenai keputusan saya MPASI anak saya @missclaireherbowo untuk memberikan MPASI pada usia 4 bulan mendekati 5 bulan pada 12 July ini.

Sebagai ibu jelas saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya, terbaik untuk saya bukan artinya terbaik untuk semua ibu-ibu di Indonesia ini, jadi PERASAAN TERBAIK itu kembali lagi pada setiap pribadi dan cara kita memandangnya

Sebelum saya memberikan MPASI saat usia Claire belum 6 bulan tentunya bukan keputusan iseng ataupun tanpa dasar konsultasi pada Dokter yang sudah berpengalaman, tidak hanya pengalaman pada teori saja tapi juga jangka jam terbang dokter yang sudah bisa saya percayakan," kata Shandy Aulia.

3. Shandy juga memaparkan alasannya mencampur madu pada MPASI Claire setelah mendapat banyak komentar penuh tanda tanya kenapa harus dicampur madu.

"Hiii Ibu-Ibu terbaik Indonesia!

MADU OH MADU!

Karena semakin banyak yang berkomentar mengenai pilihan MPASI saya untuk memberikan Claire sedikit madu. Baiklah saya memberikan penjelasan

Saya memberikan madu pada campuran MPASI claire hanya sangat sangat sedikit bisa di katakan tidak mengurangi rasa sedikitpun Avocado, saya memberikan madu sudah berkonsultasi pada dokter gizi terlebih dahulu selama madu murni yang digunakan sudah melewati proses penyaringan berulang kali dan di gunakan hanya sedikit sekali boleh boleh saja," jelasnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Hiii Ibu-Ibu terbaik Indonesia! MADU OH MADU! Karena semakin banyak yang berkomentar mengenai pilihan MPASI saya untuk memberikan Claire sedikit madu. Baiklah saya memberikan penjelasan Saya memberikan madu pada campuran MPASI claire hanya sangat sangat sedikit bisa di katakan tidak mengurangi rasa sedikitpun Avocado, saya memberikan madu sudah berkonsultasi pada dokter gizi terlebih dahulu selama madu murni yang di gunakan sudah melewati proses penyaringan berulang kali dan di gunakan hanya sedikit sekali boleh boleh saja Adapun yang beranggapan bila madu berbahaya untuk anak di bawah 1 tahun ya memang bisa terjadi tetapi seberapa banyak madu yang di gunakan? kualitas madu seperti apakah yang di gunakan? pastinya saya memberikan kualitas yang sudah aman, bukan madu murni yang baru saja di ambil pada sarangnya jelas belum ada penyaringan sedikitpun tidak boleh saya menggunakan madu untuk sedikit menetralkan rasa Avocado yang cenderung ada rasa pahit dan BENAR BENAR hanya sedikit Mengapa sedikit karena bila terlalu manis akan merusak POLA makan anak itu sendiri yang cenderung nantinya lebih menyukai makanan yang manis manis saja. Saya memahami betul apa yang saya berikan pada anak saya bukan asal asalan tanpa mengerti apa yang saya berikan Tapi apa bila cara saya tidak sesuai dengan cara Ibu-ibu lainnya, bukan artinya saya tidak BECUS menjadi Ibu bagi anak saya kan? Kita tidak menjadi Ibu seorang diri di muka bumi ini begitu banyak ibu ibu yang menjadi ibu, termasuk ibu saya sendiri. Akan ada perbedaan pendapat dan rasa aman/secure dalam hal merawat anaknya masing-masing & apa bila tidak sepaham dan sejalan dalam pandangan kita merawat anak, mengapa harus saling menyakiti dalam tutur kata dan merasa paling yang terbaik menjadi seorang IBU? Baiklah kita belajar menjadi yang terbaik bagi anak kita BUKAN MENJADI SOK PALING TERBAIK DI ANTARA SESAMA IBU-IBU Yukkk FOKUS pada anak JANGAN FOKUS pada menDIKTE anak orang lain. Sekedar sharing boleh yaaa tapi jangan jadikan suatu hal merasa paling BENAR Soal Madu pada anak MPASI kembali lagi pada MASING-MASING pilihan kita. Dan yang paling penting jangan sampai IBU-IBU di MADU yaa itu paling bahaya!

A post shared by Shandy Aulia (@shandyaulia) on

4. Shandy membuat sendiri makanan pertama anaknya itu. Ia menakar dengan sangat baik. Bahkan juga memberikan beberapa tips yang ia dapatkan dari dokter, apa yang seharusnya dilakukan ketika membuatkan MPASI.

Momen MPASI anak Shandy Aulia © 2020 brilio.net

foto: YouTube/Shandy Aulia

5. Sejauh ini Shandy Aulia berpegangan pada hasil konsultasinya dengan dokter. Dia menegaskan bahwa kondisi setiap anak berbeda. Kondisi Claire yang menurut dokternya siap MPASI pada usia 4 bulan, belum tentu serta merta bisa diterapkan pada bayi lain. Tak heran bila Shandy terus mengutarakan bahwa semua butuh konsultasi dengan dokter ahli.

Momen MPASI anak Shandy Aulia © 2020 brilio.net

foto: YouTube/Shandy Aulia