Jenis-jenis kata sisipan.

Contoh kata sisipan © 2023 brilio.net

foto: pixabay.com

1. Awalan (prefix)

Awalan adalah jenis sisipan yang diletakkan pada awal kata dasar. Awalan dapat membentuk kata yang berlawanan dengan makna asalnya. Contohnya, kata "tidak" merupakan awalan yang menunjukkan kebalikan dari kata "ya". Dalam bahasa Indonesia, terdapat beberapa awalan umum seperti "ber-", "me-", "di-", "ke-", "se-", dan lain sebagainya.

2. Akhiran (suffix)

Akhiran adalah jenis sisipan yang diletakkan pada akhir kata dasar. Akhiran dapat mengubah makna kata atau mengindikasikan kata benda, kata kerja, atau kata sifat. Contoh akhiran umum dalam bahasa Indonesia adalah "-kan", "-an", "-i", "-s", dan lain sebagainya.

3. Infiks

Infiks adalah jenis sisipan yang diletakkan di tengah-tengah kata dasar. Infiks dapat mengubah makna kata dan lebih umum digunakan dalam bahasa-bahasa yang memiliki sistem afiksasi yang lebih kompleks. Contoh infiks dalam bahasa Indonesia adalah "el" dalam kata "sepeda-motor", "in" dalam kata "menari", dan "me" dalam kata "memasak".

Fungsi kata sisipan.

Contoh kata sisipan © 2023 brilio.net

foto: pixabay.com

1. Membentuk kata baru.

Sisipan digunakan untuk membentuk kata-kata baru dengan menggabungkan kata dasar dengan awalan, akhiran, atau infiks. Dengan demikian, sisipan memperkaya kosa kata dalam bahasa dan memungkinkan pembentukan kata-kata yang lebih variatif dan kaya makna.

2. Mengubah makna kata dasar.

Sisipan dapat mengubah makna kata dasar dan membentuk kata baru dengan makna yang berbeda. Contohnya, kata "memasak" terbentuk dari kata dasar "masak" dengan menambahkan awalan "me-" yang mengubah makna kata menjadi "melakukan masak" atau "memasak".

3. Menunjukkan kelas kata atau fungsi gramatikal.

Sisipan dapat menunjukkan kelas kata atau fungsi gramatikal dari sebuah kata. Contohnya, akhiran "-kan" menunjukkan bahwa kata tersebut merupakan kata kerja transitif, sementara akhiran "-i" menunjukkan bahwa kata tersebut merupakan kata kerja yang menunjukkan pengalaman pribadi.

4. Memberikan nuansa atau pengungkapan yang berbeda.

Sisipan dapat memberikan nuansa atau pengungkapan yang berbeda pada sebuah kata. Contohnya, kata "pemimpin" memiliki nuansa yang berbeda dengan kata "mimpin" karena terdapat awalan "pe-" yang menunjukkan bahwa kata tersebut merujuk pada orang yang melakukan atau memiliki sifat pemimpin.