Brilio.net - Ratna Sarumpaet akhirnya mengaku berbohong soal kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang ia alami. Ia mengakui lebam di wajahnya adalah karena melakukan operasi plastik pada 21 September 2018.

Namun, cerita bohong itu terlanjur bergulir ke publik. Banyak pihak, terutama dari kubu capres Prabowo Subianto, reaktif membela Ratna. Tak terkecuali adalah Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Kedua tokoh yang tak kalah kontroversial-nya ini juga terkena imbas dari adanya kasus hoax Ratna Sarumpaet. Sosial media mereka ramai oleh netizen yang menanyakan pendapat maupun mem-bully dua tokoh ini.

Fahri Hamzah memilih untuk berkelit dan tidak menduga bahwa Ratna Sarumpaet melakukan kebohongan. Berbeda dengan Fahri Hamzah, reaksi Fadli Zon cukup pedas. Ia bahkan mengecam kebohongan Ratna Sarumpaet yang dianggap telah mengkhianati Prabowo dan Sandiaga Uno.

Loading...

Setelah terkuak kebohongan Ratna Sarumpaet, pihak kepolisian pun melanjutkan penyelidikan kasus ini. Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyebaran berita kebohongan atau hoax. 

Mengetahui penyelidikan Ratna Sarumpaet oleh pihak kepolisian, Fadli Zon dan Fahri Hamzah menyindir kasus ini lewat sosial medianya. 

Dikutip dari twitter @fahrihamzah, ia membuat sebuah cuitan yang berisi sindiran mengenai penanganan kasus hoax Ratna Sarumpaet. Wakil ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat ini mendukung Polri mengusut kasus Ratna Sarumpaet. Ia juga meminta Polri untuk mengusut Presiden Jokowi.

reaksi hoaks twitter

foto:/twitter:@fahrihamzah

Seolah tak mau ketinggalan, Fadli Zon juga mengunggah sebuah video di Twitter pribadinya (@fadlizon) dengan keterangan Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI. Dalam video berdurasi 6 menit 2 detik itu, Fadli Zon menyampaikan bahwa ia menyesalkan perbuatan Ratna Sarumpaet.

Baginya, apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet selama ini sudah hancur dalam satu hari atas kasus kebohongannya itu. Ia juga mengecam Ratna Sarumpaet atas kasus kebohongan yang diakuinya.

Ia juga memberikan sebuah protes kepada Polri ketika ia melaporkan kasus-kasus hoax tetapi tidak pernah ditanggapi dengan cepat.

Reporter: mgg/renno hadi