Brilio.net - Penghitungan suara resmi (real count) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih dalam proses. Hingga tanggal 1 Mei 2019 pukul 13.00 WIB, jumlah surat suara yang masuk telah mencapai 59,3 persen.

Hasil real count sementara, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan suara, yakni 55,98 persen atau perolehan suara 50.795.795. Sedangkan capres-cawapres urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 44,02 persen atau sekitar 39.938.508 suara.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo sendiri unggul di sejumlah provinsi di Indonesia. Jokowi-Ma'ruf unggul di daerah pemilihan Jawa Tengah. Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 11 juta suara. Bukan hanya di Jawa Tengah, beberapa daerah juga memenangkan Jokowi. Beberapa daerah tersebut pernah menjadi saksi sejarah kehidupan dari Jokowi.

Seperti diketahui, sepanjang hidupnya Jokowi memang beberapa kali pindah tempat tinggal. Nah, kali ini brilio.net merangkum dari berbagai sumber, perolehan suara di wilayah-wilayah bersejarah di kehidupan mantan Gubernur DKI itu, Rabu (1/5).

1. Solo.

Loading...

Joko Widodo lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada tahun 1961. Semasa hidupnya, ia banyak menghabiskan waktu dan mengeyam pendidikan di Solo. Jokowi bahkan bertemu dengan sang istri di kota ini.

Di tahun 2005 hingga 2012, Jokowi dipercayai menjadi Wali Kota Surakarta. Di Solo sendiri, perolehan suara mencapai 83,7 persen. Jokowi mendapat suara 258.006, sedangkan Prabowo hanya 55.181 suara.

2. Karanganyar.

Meski lahir dan besar di Solo, ayah Jokowi, Noto Mihardjo merupakan orang yang berasal di Karanganyar. Tak banyak yang tahu, jika Noto adalah pengusaha kayu di Surakarta lho. Di Karanganyar yang suaranya telah masuk mencapai 90,2 persen, Jokowi ungguli Prabowo sebanyak 416.569. Prabowo-Sandi peroleh 102.842 suara.

3. Boyolali.

Lain halnya dengan Noto Mihardjo, ibundanya Jokowi, Sudjiatmi lahir di Boyolali, Jawa Tengah. Orangtua Sudjiatmi dikenal juga pengusaha kayu yang kemudian diikuti oleh ayah Jokowi. Diketahui, perolehan suara di daerah kelahiran sang ibu, Jokowi-Ma'ruf memeroleh 41,6 persen suara. Jokowi mendapat suara banyak, yakni 243.292 suara. Sementara Prabowo-Sandi hanya mendulang suara sebanyak 39.618.

4. Yogyakarta.

Jokowi melanjutkan pendidikan strata-1 nya di jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Ia menyelesaikan pedidikan pada tahun 1985. Sempat mencicipi pengalaman pekerjaan di sebuah perusahaan, Jokowi kemudian memutuskan memulai merintis bisnis kayu.

Di Kota Pelajar tersebut, lagi-lagi Jokowi mendapat suara 175.599, dan Prabowo 90.007. Hingga saat ini, perolehan suara masuk telah hampir selesai atau 98 persen.

5. Bener Meriah.

Joko Widodo pernah tinggal di daerah Bener Meriah, Aceh selama tiga tahun ketika bekerja di PT Kertas Kraft Aceh pada tahun 1986-1988. Rupanya, Jokowi mempunyai orangtua angkat bernama Nurdin dan Selimah Inem Thursina. Setiap kali berjumpa, pertemuan Jokowi dan orangtua angkatnya selalu berjalan penuh haru dan hangat. Bahkan Nurdin mengaku tak banyak yang berubah dari sosok Jokowi meskipun jadi orang nomor satu di Indonesia.

Merujuk data dari KPU, real count untuk daerah Bener Meriah telah mencapai 98,1 persen. Kendati demikian, dari perolehan tersebut Jokowi kalah dari Prabowo. Jokowi memeroleh suara 35.821, sedangkan Prabowo unggul 52.351.

6. Jakarta.

Usai menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi diminta secara pribadi oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama. Ia mulai menjabat sebagai Gubernur dari tahun 2012 hingga tahun 2014.

Di Ibu Kota Indonesia ini, Jokowi berhasil raup angka perolehan suara 1.657.734 suara, dan Prabowo 1.505.204. Di Jakarta, suara suara yang masuk baru sebanyak 50,1 persen.

7. Bogor.

Dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi maju dalam Pemilihan Presiden 2014. Bersanding dengan Jusuf Kalla, Jokowi menang telak dari pasangan calon Prabowo-Hatta Rajasa. Usai menjadi orang nomor satu di Indonesia, secara otomatis Jokowi jadi penghuni baru di Istana Kepresidenan, Bogor.

Namun rupanya Jokowi beserta keluarga diketahui memilih tinggal di salah satu paviliun di kawasan Istana Bogor, yaitu Paviliun Dyah Bayurini. Sayangnya, di tempat tinggalnya kini di Bogor, Jokowi kalah suara dari Prabowo yakni 164.185 suara dan Prabowo 283.188 suara dari jumlah suara masuk 71,8 persen.