Brilio.net - Hitung cepat Pilpres 2019 masih berlangsung hingga saat ini. Berdasarkan real count yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU pukul 12.00 WIB, dengan suara masuk 123.554 dari 813.350 TPS (15.19075%), hasilnya adalah sebagai berikut; Nomor Urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 54,79 persen atau 12.855.347 suara. Sedangkan Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga mendapat 45,21 persen atau 10.608.652 suara.

Unggulnya paslon Jokowi-Ma'ruf dibanding Prabowo-Sandi menimbulkan banyak tanya di masyarakat. Banyak yang mempertanyakan seandainya Prabowo-Sandi kalah, akankah Sandiaga Uno kembali jadi Wagub DKI Jakarta?

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik menyatakan Sandiaga Uno bisa saja kembali jadi Wagub DKI Jakarta.

Meski demikian, keputusan kembalinya Sandiaga Uno tidaklah etis. Pasalnya partai pengusung yakni PKS dan Gerindra telah mengajukan dua nama sebagai calon wagub DKI Jakarta.

"Tapi itu sangat tidak etis, sangat tidak etis. Bagaimana dua nama yang sudah diajukan dua partai pengusung kok ditarik," kata Akmal.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan bahwa Sandiaga Uno tidak akan kembali menjadi Wagub DKI Jakarta. Fadli Zon yakin Sandiaga Uno tetap akan menang dan jadi wakil presiden 2019-2024.

"Nggak ada (rencana Sandiaga kembali jadi wagub). Dia wakil presiden, kok jadi wagub?" ujar Fadli saat ditemui awak media di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dikutip brilio.net dari Liputan6, Selasa (23/4).

Meksipun hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menunjukkan paslon nomor urut 01 menang, namun Fadli Zon tetap meyakini Prabowo-Sandi adalah pemenangnya.

"Kita merasa menang. Prabowo-Sandi menang. Nggak ada negosiasi urusan itu," kata Fadli.

Di sisi lain Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menyatakan pembahasan Wagub DKI Jakarta saat ini berada di tangan DPRD DKI. Partai pengusung seperti PKS belum membahas Sandiaga Uno akan kembali menjadi Wagub DKI Jakarta.

"Sudah kami jelaskan bahwa bola sudah tak lagi di tangan kami. Bola itu ada di DPRD, silakan DPRD untuk melakukan tindakan yang seharusnya dan sepatutnya," kata Hidayat.

Saat ini Hidayat tengah fokus mengawal perhitungan suara Pilpres 2019. "Kami sekarang fokus pada penyelesaian masalah terkait dengan perolehan suara PKS dan presiden yang didukung PKS," jelas Hidayat.