Brilio.net - Kegaduhan politik tanah air jelang Pilkada DKI 2017 kembali meningkat setelah Basuki Tjahaja Purnama menyindir umat Islam yang menggunakan ayat suci untuk keperluan politik praktis. Basuki atau yang lebih dikenal Ahok adalah Gubernur DKI Jakarta aktif yang kembali mencalonkan diri pada periode berikutnya.

Pembicaraan Ahok di hadapan warga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada Selasa pekan lalu membuat panas sebagian umat muslim. Pembicaraan itu tentang "Dibohongin pakai surat Al Maidah 51". Mereka yang marah beranggapan Ahok melecehkan kitab suci. Sebagian umat Islam lain merasa adem ayem saja karena menilai Ahok sedang menyorot orang-orang yang memanfaatkan ayat tersebut untuk kampanye tidak memilih Ahok.

Dunia maya ribut. Ada yang membela dan ada yang kecewa terhadap pria asal Belitung ini. Ahok akhirnya mengakui ucapannya menyinggung perasaan umat Islam pada Senin (10/10) di Balai Kota DKI Jakarta.

ahok maaf  © 2016 brilio.net



"Yang pasti, saya sampaikan kepada umat Islam atau orang yang tersinggung, saya mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan Alquran. Kalian bisa lihat suasananya seperti apa," kata Basuki seperti brilio.net kutip dari antaranews.com.

"Saya bukan anti-Islam. Saya sejak kecil, bisa dilihat --bukan untuk riya-- sekolah Islam kami bantu izin, sudah berapa kita bantu izin. Untuk madrasah, juga bantuan masjid. Bisa dilihat tindak-tanduk saya, apakah musuhin Islam atau melecehkan Alquran," katanya.

Ahok juga menuturkan, ketika dia menyampaikan pidatonya tidak ada satu pun warga Pulau Seribu yang tersinggung. Bahkan para pendengar terlihat tertawa-tawa. Ahok menyadari bahwa agama adalah urusan pribadi yang tidak perlu dikeluarkan di ruang publik.