Brilio.net - Lebih dari setengah abad, Formula One atau The FIA Formula One World Championship telah menjadi salah satu olahraga balap mobil yang sangat populer.

Dimulai tahun 1950, olah raga ini terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan menjadi salah satu olahraga mahal karena tidak hanya mempertontonkan kelihaian sang pebalap, tetapi juga mempertontonkan teknologi-teknologi canggih.

Seperti apa evolusi F1 saat ia dilahirkan hingga memasuki era F1 modern saat ini? Seperti yang sudah dikumpulkan brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (7/4). Ini lho evolusi F1 mulai dari ikon pembalap hingga mobilnya.

BACA JUGA: Kamu dapat pesan aneh di aplikasi WhatsApp kamu? Ini maksud dan artinya

1. Era 1950an

Loading...

evolusi F1  © 2016 brilio.net

Ajang balap mobil Formula One (F1) mulai digelar di tahun 1950. Pada era ini, balapan diikuti 18 tim (21 peserta). Namun, karena biaya yang tidak sedikit yang diperlukan untuk olah raga ini, banyak tim yang keluar dari persaingan. Ferrari menjadi satu-satunya tim yang berkompetisi sejak 1950. Salah satu ikon pembalap adalah Giuseppe Farina, pembalap dari Italia yang berhasil menjadi juara F1 pertama kali.

2. Era 1960an

evolusi F1  © 2016 brilio.net

Penggunaan helm, sabuk pengaman, pakaian tahan api, dan kacamata khusus menjadi persyaratan yang mulai diwajibkan bagi pebalap F1 di era ini. Perubahan dalam teknologi juga mulai muncul pada era ini, salah satunya adalah pergantian gerak roda belakang.

Perubahan tersebut memberikan keuntungan, mengingat pada era sebelumnya mobil masih sulit dikendalikan di trek. Pembalap yang jaya akan masa tersebut adalah Jack Brabham pembalap Australia yang berhasil naik podium 31 kali.

3. Era 1970an

evolusi F1  © 2016 brilio.net

Era ini diwarnai desain-desain mobil yang radikal. Mulai dari mesin turbo, sayap belakang dan samping, bahkan mobil dengan menggunakan enam roda seperti Tyrell-Ford P-34. Era 1970-an menjadi awal revolusi teknologi balap. Namun, kemudian pemakaian lebih dari empat roda pun dilarang.

Ikon pada masa itu adalah Jackie Stewart dan Niki Lauda berhasil membuat para sponsor mulai semakin gencar berdatangan karena F1 semakin banyak diminati.

4. Era 1980an

evolusi F1  © 2016 brilio.net

Pada era 1980-an ini, para pebalap sudah mulai diwajibkan mempunyai superlicense (SIM khusus bagi pebalap F1). Superlicense menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki pebalap untuk bisa berlaga di F1. Alain Prost menjadi sosok pebalap yang berjaya di era ini selain itu masih ada nama Nelson Piquet yang kini juga menurunkan bakat tersebut kepada putranya, Nelson Piquet Jr.

5. Era 1990an

evolusi F1  © 2016 brilio.net

Pada era ini dimulai kemajuan teknologi sehingga biaya kompetisi F1 juga meningkat. Pengembangan aerodinamis maupun mesin dilakukan agar bisa tampil lebih cepat 0,1 detik di lintasan, dan ini mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Alat bantu elektronik juga mulai diperkenalkan, mulai dari power steering, traction control, dan gearbox semiotomatis.

Pada era ini, terjadi peristiwa tak terlupakan yakni meninggalnya ikon pembalap, Ayrton Senna akibat kecelakaan fatal di Sirkuit Imola, San Marino pada 1994. Ia mengalami pendarahan hebat di kepala akibat benturan dan meninggal dua jam setelah kecelakaan terjadi.

6. Era 2000an

evolusi F1  © 2016 brilio.net

Memasuki masa F1 modern di abad ke-21 ini, badan administrasi F1 mulai membuat sejumlah merek dagang termasuk logo dan situs web resmi www.formula1.com. Pada masa ini juga menjadi era berakhirnya mesin 10 silinder yang digunakan selama lebih dari dua dekade. Mesin baru bersilinder 8 diperkenalkan pada awal musim kompetisi 2006.

Pada awal era F1 modern menjadi masa kejayaan Ferrari terutama pada 2000-2004. Saat itu diperkuat oleh pebalap asal Jerman, Michael Schumacher. Masa penantian Ferrari selama 21 tahun untuk meraih gelar juara dunia pebalap akhirnya terbayar. Schumacher menjadi pembalap paling sukses di dunia.

7. Era 2010 hingga kini

evolusi F1  © 2016 brilio.net

Perkembangan teknologi di mobil F1 semakin kompleks. Tidak hanya mesin mobil, tetapi juga perangkat elektroniknya. Setir mobil F1 zaman sekarang ini sudah sangat canggih dan dipenuhi tombol-tombol beragam fungsi termasuk mengatur persneling.

Sebastian Vettel menjadi simbol baru F1 di era ini dengan meraih 4 kemenangan. Ia juga dijuluki sebagai "Baby Schumi" karena gaya balapannya yang mirip dengan Michael Schumacher. Awalnya Vettel tergabung bersama tim Renault namun pada 2015 ini Vettel bergabung bersama Ferrari.