Brilio.net - Siapa yang tak kenal dengan Chris John? Petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah itu sudah beberapa kali menjadi juara dunia. Chris John mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia. Ia juga mencatatkan rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa serta mencatatkan rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang paling sering mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa.

Olahraga tinju di Indonesia bisa dibilang memang tak sepopuler sepak bola dan bulutangkis. Sambutan publik untuk olahraga tinju pun tak segegap gempita olahraga lain.

Tapi nyatanya, prestasi tinju di kancah dunia patut dibanggakan. Selain Chris John ada nama lain yang juga menjadi juara dunia. Berikut 7 petinju secara urut yang pernah menjadi juara dunia tinju, yang dilanisir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (15/9).

1. Ellyas Pical.

petinju Indonesia mendunia © 2016 brilio.net

Loading...

foto: wikipedia

Petinju asal Saparua, Maluku Tengah yang kini berumur 56 tahun merupakan petinju Indonesia pertama yang menjadi juara dunia. Ia adalah pemegang gelar juara dunia kelas bantam junior IBF 1985-1987.

Ellyas saat itu merebut gelar itu setelah mengalahkan petinju asal Korea Selatan Ju Do-chun pada 3 Mei 1985, silam di Jakarta. Pada 1987, gelar itu lepas usai Ellyas kalah dari petinju asal Thailand Kaosai Galaxy. Ellyas meraih gelar itu kembali dan bertahan sampai 1989 karena ia kalah dari Juan Polo Perez asal Kolombia.

2. Nico Thomas.

petinju Indonesia mendunia © 2016 brilio.net

foto: wikipedia

Nico yang juga putra Maluku menjadi petinju kedua Indonesia yang meraih juara dunia. Ia menjadi juara dunia tinju kelas  terbang mini versi IBF pada 17 Juni 1989 setelah mengalahkan Samuth Sithnaruepol dari Thailand pada 17 Juni 1989 di Jakarta.

Sayangnya, Nico tak lama memegang gelar itu. Ia kalah KO pada ronde lima dari Eric Chavez asal Filipina dalam partai yang dimainkan pada 21 September 1989 di Jakarta.

3. Suwito Lagola.

petinju Indonesia mendunia © 2016 brilio.net

foto: Instagram.com/brandi_m_s

Petinju asal Sumatera Utara ini menjadi juara dunia kelas welter WBF sejak 1995 hingga 1997. Pertandingan itu berlangsung pada 21 Oktober 1995 dengan lawan William Magahin. Pertandingan terakhir Suwito untuk mempertahankan gelar berlangsung pada 1997 melawan Danny Pierce yang berakhir hasil imbang.

Tahun 2000 ia memutuskan pensiun karena kecewa dengan janji sejumlah pihak atas prestasinya. Ia memilih menjadi petani karet, menggarap lahan hadiah dari pemerintah Langkat.

4. Ajib Albarado.

Ajib mendapat kesempatan merebut gelar juara dunia WBF pada 28 Maret 1996. Pada pertandingan melawan petinju Filipina, Dindo Canoy, ia menang dan meraih gelar juara dunia untuk kelas welter junior WBF. Petinju asal Surabaya itu berhasil mempertahankan gelar hingga tahun 2000.

Ia kini berganti nama Albarado Nishimaru setelah menikah dengan wanita Jepang dan menjadi petinju di negeri sakura itu.

5. M. Rahman.

petinju Indonesia mendunia © 2016 brilio.net

foto: antaranews.com

M. Rahman berhasil menjadi juara dunia kelima Indonesia untuk kelas terbang mini IBF pada tahun 2004-2007 dan juga 2011. Pada pertandingan yang terlaksana 14 September 2004 itu, petinju asal Merauke berhasil menundukkan lawannya Daniel Reyes asal Kolombia.

Setelah mempertahan gelar tiga kali, gelar tersebut akhirnya lepas saat Rachman dikalahkan oleh petinju Filipina Florante Condes pada 7 Juli 2007.

6. Chris John.

petinju Indonesia mendunia © 2016 brilio.net

foto: merdeka.com

Nama Chris John bagi masyarakat Indonesia sudah tak asing. Cukup lama ia berhasil mempertahankan gelarnya di kelas bulu WBF, yakni selama 10 tahun mulai 2003-2013.

Petinju berjuluk The Dragon itu berhasil mempertahankan gelarnya sebanyak 18 kali hingga akhirnya takluk pada ronde enam melawan Simpiwe Vetyeka asal Afrika Selatan.

7. Daud Yordan.

petinju Indonesia mendunia © 2016 brilio.net

foto: antaranews.com

Daud Yordan meraih sabuk juara dunia kelas bulu IBO pada 2012. Ia meraih gelar juara yang lowong usai menang TKO pada ronde dua atas petinju Filipina, Lorenzo Villanueva dalam laga yang digelar di Singapura. Namun gelar itu bertahan kurang dari setahun setelah ia kalah TKO di ronde 12 dari Simpiwe Vetyeka dari Afrika Selatan.

Pada 4 Juni 2016 ia berhasil meraih gelar juara kelas ringan setelah mengalahkan petinju Argentina Christian Rafael Coria di Uruguay.