Brilio.net - Kalau kamu kemarin merayakan Natal pada tangggal 25 Desember, berbeda dengan kaum Kristen Ortodoks di seantero dunia dalam merayakan Natal. Bagi mereka, perayaan Natal jatuh pada Kamis (7/1) ini, dan bukan 25 Desember seperti umumnya.

Seperti dilansir brilio.net dari BBC, Kamis (7/1), warga Kristen Ortodoks yang kebanyakan berada di sejumlah negara di Eropa dan Asia, merayakan Natal mereka dengan berbagai cara dan tradisi unik.

Uskup Abram dari Keuskupan Fayoum, Mesir, menjelaskan, perbedaan tanggal perayaan Natal ini disebabkan penggunaan kalender yang berbeda dan bukan karena perselisihan teologis. Umat Nasrani yang mengikuti kalender Julian, termasuk Gereja Koptik di Mesir, Gereja Ortodoks Rusia, Gereja Ortodoks Yunani di Yerussalem melakukan misa pada 6 Januari dan merayakan Natal pada 7 Januari.

Pada masa itu, Paus Gregorius XIII menghitung ulang seluruh sistem dan memangkas hari-hari tambahan ke dalam kalender baru yang dirancangnya. Hasilnya, kalender Julian menjadi 13 hari lebih lambat dibanding kalender Gregorian sehingga tanggal 25 Desember dalam sistem penanggalan Gregorian jatuh pada 7 Januari dalam sistem kalender Julian.

Di Moskow, ibu kota Rusia, sekitar 350.000 orang ambil bagian dalam liturgi Natal. Di sejumlah negara lain, perayaan ditandai antara lain dengan kembang api, upacara tradisional membakar kayu, serta prosesi ritual lain.

Loading...

Vladimir Putin rayakan Natal pada 7 Januari

Paus Tawadros II alias Paus Teodorus II memimpin misa di Kairo.

Vladimir Putin rayakan Natal pada 7 Januari

Presiden Mesir Adbel Fattah al-Sisi, didampingi Paus Tawadros II, menyapa umat Kristen Ortodoks pada misa malam Natal di Kairo.

Vladimir Putin rayakan Natal pada 7 Januari

'Kutia' adalah hidangan manis tradisional yang sering disantap sesudah buka puasa di malam Natal yang biasa disajikan dalam biara yang terletak di Krasnoyarsk, kawasan Siberia, Rusia.

Vladimir Putin rayakan Natal pada 7 Januari

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri misa tengah malam di sebuah gereja di Desa Turginovo, sekitar 150 km barat laut Moskow.