Brilio.net - Di Indonesia atau bahkan di beberapa negara lain, kisah cinta beda agama masih menjadi hal yang belum bisa diterima. Tak pelak membuat kisah cinta dua sejoli, yang terbentengi keyakinan tersebut, tak bisa berjalan mulus.

Adalah Jelita (bukan nama sebenarnya), wanita muslim berusia 26 tahun yang tak pernah membayangkan bahwa dirinya akan terlibat kisah cinta yang rumit dalam waktu yang cukup lama. Lima tahun lalu tepatnya, dia menjalin hubungan dengan Toni (26) yang beragama Katolik.

“Kami sudah mengenal sejak SMP dan baru dekat pas kuliah. Saya tahu kami berbeda agama,” ungkap Jelita. “Tapi karena kecocokan dan sifat kami yang saling melengkapi, akhirnya tanpa disadari tumbuh benih cinta di antara kami. Semuanya mengalir begitu saja.”

Meski berbeda agama, toleransi antara keduanya sangat dijaga baik. “Toni selalu mengingatkan saya untuk salat, begitu juga sebaliknya saya selalu mengingatkan dia untuk ibadah Minggu pagi,” tambah Jelita.

Reaksi dari keluarga tentunya menjadi cobaan pertama dalam perjalanan cinta mereka. Meski tidak menunjukkan secara terang-terangan, keluarga dari kedua belah pihak jelas menolak jika harus melangkah ke pelaminan dengan keadaan masih berbeda agama.

Loading...

“Salah satunya memang harus mengalah, itulah yang menjadi persoalan,” tuturnya. “Orangtua saya jelas-jelas hanya bisa menerima Toni jika dia bisa mengalah dan mau masuk ke agama saya.”

Sebesar apa pun cinta Jelita, namun jika memang pada akhirnya tidak ada yang bisa mengalah, dia lebih memilih mengakhirinya. Menurutnya keputusan keluarga berada di atas segala-segalanya.

Jelita menyarankan bagi siapa pun yang saat ini sedang menjalani kisah cinta beda agama untuk selalu tahu risiko yang akan dihadapi ke depannya. Selain itu, juga harus siap mental untuk keputusan terburuk. Tapi pada prinsipnya, saling mengenal dan memahami satu sama lain juga bisa menjadi patokan apakah hubungan ini bisa dilanjutkan atau tidak.