1. BRILIO.NET
  2. »
  3. News
Fima Herdwiyanti 29 November 2015 22:06

'Sebagai anak aku sudah mengingatkan ibuku soal rentenir, tetapi'.....

Hingga kini, utang itu masih juga belum terlunasi. Ida yang sudah menikah sejak tahun 2012 pun tak lagi bisa membantu.
foto: http://cdn.ar.com

Brilio.net - Siapa orangnya yang suka jika harus berurusan dengan utang? Apalagi jika berutang kepada rentenir. Namun, terkadang dalam beberapa keadaan ada orang yang tak bisa menghindar dari berutang.

Seperti kisah yang disampaikan oleh Ida (31) melalui sambungan bebas pulsa 0-800-1-555-999 brilio.net, Minggu (29/12).

Dahulu, saat Ida masih kecil kehidupan keluarganya berjalan dengan normal layaknya keluarga yang lain pada umumnya. Tapi, semenjak ia mulai memasuki usia sekolah semuanya mulai goyah. Ida bahkan sempat terancam tak bisa melanjutkan sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya yang tak stabil. Ayahnya yang lulusan Sekolah Dasar bekerja sebagai salah satu karyawan PT. Pos Indonesia. Sedangkan ibunya yang sempat mengenyam bangku kuliah menjadi ibu rumah tangga.

Ketika lulus Sekolah Menengah Atas di tahun 2004, Ida mulai melamar pekerjaan. Selama sekitar 8 bulan ia bekerja di sebuah apotek di Kota Bogor. Selebihnya ia memilih untuk merantau ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. Namun, tak dinanya tahun 2007 tiba-tiba sang ayah justru dipensiunkan dini dengan alasan yang tak diketahuinya. Selama beberapa tahun sang ayah kemudian tak bekerja.

Entah darimana sang ibu kemudian mulai meminjam uang dari bank keliling. Jumlah pinjaman semakin bertambah dengan bunga yang menyertai. Hingga pada akhirnya mereka terpaksa harus merelakan rumah dan perabot untuk melunasi utang tersebut. Setelah itu mereka tinggal di sebuah kontrakan.

"Saya pikir ibu akan jera dengan kejadian ini," ungkap wanita yang kini bekerja di salah satu perusahaan penyedia mesin jahit Jakarta.

Namun yang terjadi justru di luar nalar. Bukannya jera, sang ibu malah mengulangi lagi insiden yang lalu. Seakan tanpa merasa bersalah, ibu itu kembali meminjam sejumlah uang kepada rentenir.  Bahkan, kedua kali ini jumlah yang dipinjam lebih besar daripada sebelumnya. Beruntung di tahun 2010 ayah Ida dipekerjakan kembali sebagai karyawan lepas di PT. Pos karena sudah cukup lama berkerja di sana sebelumnya.

Hingga kini, utang itu masih juga belum terlunasi. Ida yang sudah menikah sejak tahun 2012 pun tak lagi bisa membantu. Padahal sudah berkali-kali mereka mencoba mengingatkan agar tak meminjam uang dari rentenir. Tapi seakan hanya dianggap sebagai angin lalu saja.

Cerita ini disampaikan oleh Ida melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!

BRILIO VIDEO

Mbah Sunardi, Pemijat Tepi Jalan Raya
Mbah Nardi buka praktek memijat di tepi jalan lho. Pensaran? Simak kisahnya dalam video Brilio.net berikut.

(brl/swh)

YOU MAY ALSO LIKE

Ladang Bunga Matahari Yogyakarta, Hobi Membawa Hoki
Bunga mataharinya ditanam di antara pohon-pohon cabai. Niatnya, buat menghalau angin sama hobi saja eh malah mendatangkan rezeki. Penasaran?
Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

Share This Article

To:

Cc:

Subject:

'Sebagai anak aku sudah mengingatkan ibuku soal rentenir, tetapi'......
Hingga kini, utang itu masih juga belum terlunasi. Ida yang sudah menikah sejak tahun 2012 pun tak lagi bisa membantu.
https://www.brilio.net/news/sebagai-anak-aku-sudah-mengingatkan-ibuku-soal-rentenir-tetapi-151129t.html
SEND

WHAT DO YOU THINK

MORE STORIES


Show More Stories


Jangan cuma disimpen sendiri,
Posting karyamu dan menangin uang tunai
di platform baru, Brilio Creator!

Ikutan Di Sini
TOP

Would you like to switch to the English Version?