Brilio.net - Masa remaja oleh beberapa orang diidentikkan dengan kenakalan, keusilan dan hal-hal konyol lain dalam perjalanan mencari jati diri. Jujur saja, kamu pasti juga punya pengalaman usil atau nakal ketika duduk di bangku SMP kan?

Budiman (26), seorang pekerja swasta asal Purworejo, Jawa Tengah, mengaku nggak bisa lupa dengan pengalaman nakal semasa remaja. Cerita konyol itu, menurutnya menjadi obrolan rutin yang selalu bikin ketawa ngakak ketika saat lebaran bertemu teman-temannya.

"Itu sekitar tahun 2003 ketika saya kelas 3 SMP di Kutoarjo. Saat itu entah hari apa saya lupa, yang jelas guru-guru semua takziah ke rumah orangtua salah satu guru yang meninggal dunia. Ketika itu, saya bersama Prayit, Yuli, Nico, Roni, dan Tyo ngambil punjungan (nasi hantaran) di meja salah satu guru," kata Budiman kepada brilio.net melalui layanan Story Telling bebas pulsa di nomor telepon 0800-1-555-999, Kamis (7/12).

Budiman melanjutkan, kenakalan yang diperbuatnya bukan hanya itu saja. Ketika siswa-siswa saat itu seharusnya pulang lebih awal karena para guru takziah, mereka justru nongkrong di pasar untuk bermain dingdong.

"Nah, sehabis main di Pasar Kutoarjo itu, kami terasa lapar. Sebenernya nggak ada niatan untuk balik ke sekolah. Tapi karena ada satu hal, kami kembali ke sekolah. Saat melewati kantor guru itulah kami lihat banyak nasi kotak. Prayit yang pertama kali punya ide," ingatnya.

Loading...

Saat akan mengambil nasi hantaran itu, kata dia, mereka berlima bertingkah layaknya mafia yang beraksi di film-film. Semua rencana disusun rapi dan berbagi tugas masing-masing. Ada yang berjaga di gerbang depan, di gerbang belakang dan Prayit si empunya ide mengambil satu kardus nasi hantaran itu.

"Setelah mengambil satu kardus, kami bawa ke kelas yang ada di pojokan. Kalau nggak salah kelas 3E yang ada di pojokan. Konyolnya, yang kami ambil hanya telur, ayam dan beberapa buah-buahan, nasinya malah dibuang," terangnya sambil tertawa.

Budiman mengungkapkan hingga kini, nggak ada yang tahu kelakuan konyol mereka. Kekonyolan itu hanya diketahui Budiman beserta lima orang kawan karibnya. Meski begitu, ia berpesan untuk tidak meniru kelakuan konyolnya.

"Itu hanya sebuah lakon kenakalan bocah-bocah remaja yang saat itu memang lagi nakal-nakalnya dan usil-usilnya. Kalau boleh berpesan sih sebaiknya jangan ikuti apa yang kami perbuat dulu. Nggak baik," pungkas dia.

Cerita ini disampaikan oleh Budiman melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!