Brilio.net - Tidak ada saudara dan tidak memiliki persiapan tak menyurutkan niat Wawan Setiawan (25), mengadu nasih ke Ibu Kota pada akhir 2010. Ketika itu, dia hanya bermodal Rp 80 ribu di sakunya. Beruntung ada yang mau memberikan tumpangan gratis selama dua hari. Orang yang baik itu dia kenal saat di kereta menuju Tanah Abang.

Setelah dua hari menumpang, akhirnya Wawan mendapatkan pekerjaan sebagai cleaning service di sebuah super market. Setelah lima bulan, dia beralih menjadi pelayan di sebuah restoran di Grand Indonesia.

"Saya pernah makan popcorn sisa pengunjung mall saat selesai nonton film," kata Wawan kepada brilio.net melalui sambungan bebas pulsa 0800-1-555-999, Kamis (3/12).

Kehidupannya mulai membaik berawal dari pekerjaan itu. Dia mempunyai kosan yang lebih baik meski hanya mampu bertahan selama tujuh bulan. Dia kemudian melamar di bidang yang sama di Bank UOB. Hingga sekarang, cowok Tangerang ini masih betah di tempat itu.

Setelah empat tahun berjuang, akhirnya Wawan memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang kuliah. Impiannya ini sudah lama tertunda. Dia diterima menjadi mahasiswa Jurusan Manajemen di STTI STIENI di Jakarta.

"Saya kuliah sampai jam tiga, jadi harus buru-buru ke kantor," jelasnya.

Seringkali dia juga minta izin ke bosnya karena jadwal perkuliahan yang padat. Walau demikian, dia berjanji untuk menjadi seorang sarjana.

Cerita ini disampaikan Wawan melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!