Brilio.net - Perbedaan keyakinan dalam sebuah hubungan memang bukan permasalahan yang mudah dihadapi. Biasanya masalah ini akan makin pelik saat akan melangsungkan pernikahan. Hal itulah yang dialami oleh Manda (24). Bermula dari jejaring sosial path, wanita kelahiran Bengkulu ini berkenalan dengan pria bernama Adit. Mereka pun menjalin hubungan pacaran.

Setelah berpacaran cukup lama, keduanya berencana menikah. Sayangnya jalan Manda dan Adit menuju jenjang pernikahan tidaklah mudah. Keluarga mereka tidak dapat menerima perbedaan agama di antara mereka, Manda beragama Islam dan Adit yang merupakan keturunan Tionghoa. Pasangan ini sebenarnya tidak memaksa satu sama lain untuk pindah keyakinan, namun persoalan pernikahan tidak saja mengenai mereka berdua tapi juga keluarga besar mereka.

"Tindakan kami memang nekat, kami sengaja melakukan hubungan di luar nikah hingga saya hamil dengan maksud untuk mendapatkan restu dari orang tua kami namun ternyata itu tidak berhasil juga hingga saya melahirkan," cerita Manda kepada brilio.net melalui layanan story telling 0-800-1-555-999, Jumat (20/11).

Perbedaan agama memang menjadi priahara utama dalam hubungan mereka. Karena tidak memiliki solusi dari kedua keluarga yang menentang hubungan mereka, akhirnya pada tahun 2012 mereka memilih melangsungkan pernikahan di Singapura. Pilihan menikah di luar negeri memang menjadi satu-satunya pilihan mengingat kondisi kehamilan Manda semakin tua dan kelahiran anak tidak dapat dielakkan lagi.

Mereka memutuskan tinggal bersama hingga sang anak lahir. Melihat wajah cucunya yang lucu, pihak keluarga Adit mulai membaik dan tidak lagi menuntut perihal perbedaan agama. Untuk membiayai kehidupan keluarganya, Adit pun membuka usaha toko di Jakarta bersama dengan Manda dan mereka mulai merasakan kebahagian sebagai sebuah keluarga kecil.

Loading...

Namun kebahagian itu tidak bisa bertahan lama, anak kesayangan mereka akhirnya mengalami sakit dan meninggal dunia. Bak jatuh tertimpa tangga, tidak lama setelah anaknya meninggal kondisi ekonomi mereka pun akhirnya memburuk dan akhirnya bangkrut.

"Toko mulai sepi, usaha kami bangkrut dan satu-satunya yang bisa menolong saat itu adalah mertua saya, mereka menyelamatkan usaha kami yang membuat kami merasa berutang budi dan ibu mertua saya mulai membahas permasalahan keyakinan lagi," lanjut Manda.

Diakui Manda bahwa dirinya memang bukan muslim yang taat. Akan tetapi dia selalu ingat pesan ibunya bahwa salah satu dosa yang tidak pernah diampuni di dunia ini adalah pindah agama. Sehingga dia bersikeras untuk tidak pindah keyakinan. Suaminya yang semula tidak pernah memaksa, akhirnya merasa tidak enak. Apalagi ibunya banyak membantu dan dia pun menuruti keinginan ibunya yang menginginkan Manda pindah agama.

Sekali lagi Manda menegaskan sikapnya bahwa dia tidak ingin pindah agama. Penyiksaan batin mulai dialami Manda secara berlahan, suaminya yang dulunya romantis kemudian berubah menjadi pendiam. Dia pun tidak diberi uang belanja dan mengalami penyiksaan batin dari sikap sang suami dan mertuanya.

Sikap tersebut mengisyaratkan agar Manda menuruti keinginan tersebut. Sampai pada akhirnya mereka bertengkar hebat dan berujung Manda diusir dari rumah oleh mertuanya.  

"Saya diusir dan saya tidak boleh membawa uang sama sekali bahkan ijazah saya ditahan oleh suami saya, akhirnya saya keluar dan untuk bertahan di Jakarta, saya menjual telepon genggam saya," ujar Manda.

Manda yang baru di Jakarta pun menemui kesulitan untuk bertahan hidup di Kota Metropolitan tersebut. Dia hidup menumpang di rumah teman dan menjalani hari yang sulit tanpa uang sepeser pun. Suami juga tidak lagi mencarinya.

Dia awalnya tidak yakin dengan keputusannya itu, dia menjual cincin kawinnya yang kemudian menjadi modal baginya untuk membeli tiket pulang ke kota asalnya, Bengkulu.  Manda pun kembali ke Bengkulu dan memulai perjalanan hidupnya yang baru. Hidup yang dilalui Manda setelah kejadian tersebut memang tidak mudah, namun pada akhirnya dia bisa melalui hari demi harinya dan menjadi sosok yang lebih religius lagi.

"Saya tidak pernah menyesal mempertahankan keyakinan saya, saya mencintai suami saya, dia orang yang sangat baik tapi untuk urusan keyakinan saya juga tidak ingin mengkhianati ayah dan ibu saya dan tentunya Allah SWT," tandasnya.

Cerita ini disampaikan oleh Manda melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.