Brilio.net - Setiap pasangan suami istri tentunya mengharapkan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Awal-awal pernikahan sering menjadi momen-momen paling membahagiakan bagi setiap pasangan. Berbeda dari orang kebanyakan, pahitnya cobaan diawal pernikahan justru dirasakan oleh Feni (27). Perceraian adalah hal yang tidak pernah terpikirkan oleh wanita kelahiran Pemalang, Jawa Tengah ini.

Indahnya bahtera rumah tangga kini hanya menjadi impian semu bagi Feni. "Saya tidak tahu kalau ternyata suami saya telah menghamili mantan pacarnya, di usia pernikahan kami yang baru 3 minggu, mantan pacarnya itu datang dan meminta tanggung jawab kepada suami saya," cerita Feni kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa 0-800-1-555-999, Kamis (3/12).

Pernikahan Feni dan suami memang berlangsung berdasarkan perjodohan yang dilakukan orangtua mereka. Suaminya tidak pernah menceritakan bahwa dia memiliki pacar dan sang suami pun mengiyakan pernikahan tersebut, sehingga Feni tidak memiliki kecurigaan sedikitpun kepada suaminya itu.

Mantan pacar suaminya itu mendatangi rumah mereka yang baru saja ditempati di salah satu perumahan yang ada di Pemalang. Awalnya Feni menyambut dengan baik kehadiran wanita tersebut sebab dikiranya dia hanya ingin bersilaturahmi. Namun ternyata tujuan kedatangan wanita itu adalah untuk menuntut pertanggungjawaban suaminya. Kondisi ini membuat suaminya tidak dapat mengelak lagi dan jalan satu-satunya yang bisa ditempuh adalah menikahi wanita yang sedang hamil 4 bulan tersebut.

"Suami saya tidak bisa menghindar dari tanggungjawabnya kepada wanita itu, saya menolak untuk dimadu dan akhirnya kami bercerai, saya siap menemaninya dalam suka dan duka, tapi saya tidak bisa menerima jika saya harus dimadu," jelas Feni.

Loading...

Perceraian tetaplah menjadi hal yang menyisakan luka dikehidupan setiap orang, apalagi perceraian itu terjadi pada usia pernikahan yang belum sampai sebulan. Meski tidak rela rumah tangganya yang baru seumur jagung itu kandas begitu saja, tapi Feni harus menghadapinya.

"Perceraian memang pahit tapi setidaknya itu lebih baik dari pada saya harus dimadu, pengalaman ini mengajarkan saya untuk lebih selektif lagi dan sebaiknya sebelum pernikahan pun setiap pasangan harus terbuka tentang masa lalunya," tandasnya wanita yang menjadi guru honorer itu.

Cerita ini disampaikan Feni melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!