Brilio.net - Erik, pria yang kesehariannya berprofesi sebagai Satpam di MAN Prambanan Klaten ini memiliki kebiasaan unik, tapi mulia. Dia gemar mendonorkan darahnya kepada orang yang membutuhkan, tanpa harus lebih dulu mengenalnya.

Warga asal Desa Koplak, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jateng ini mengungkapkan, setiap membaca informasi tentang orang yang membutuhkan donor darah di grup Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ) maupun Kerabat KJ, dirinya akan berusaha datang ke lokasi di mana pasien dirawat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela.

Dari kegemarannya membantu orang dengan mendonorkan darah tersebut, Erik memiliki banyak cerita di balik sepak terjangnya selama berdonor darah. Salah satunya adalah ketika dirinya gagal menyelamatkan nyawa pasien yang ingin dirinya bantu di sebuah rumah sakit di Yogyakarta.

Dengan perasaan kecewa, kasihan dan iba, Erik menceritakan kisah tersebut. Erik menuturkan, pada Kamis (19/3), dirinya membaca sebuah informasi di grup Facebook yang menyatakan ada pasien di Rumah Sakit Sarjdito bernama Hartiningsih, membutuhkan pendonor darah bergolongan O.

Namu setelah dirinya ingin mendaftarkan diri, ternyata kuota sudah penuh. Meski demikian, niatnya untuk membantu tidak pupus. Kepada keluarga pasien yang tidak dia kenal, Erik berpesan bahwa dirinya siap mendonorkan darahnya kapan saja saat dibutuhkan.

Loading...

Empat hari kemudian, tepatnya Sabtu (23/3), Erik dihubungi keluarga dan memberitahukan bahwa pasien yang ingin dirinya bantu sedang dalam keadaan kritis dan membutuhkan darahnya secepat mungkin.

Erik pun segera meluncur secepat mungkin dengan kendaraannya dari kediamannya di daerah Klaten menuju RS Sardjito. Namun sayang, belum sampai di rumah sakit, Erik harus berhenti setelah membaca SMS dari keluarga pasien bahwa donor darah dibatalkan karena pasien telah meninggal dunia. "Inalillahi..." ucap Erik, yang kemudian berputar arah dan kembali ke Klaten.

Erik mengaku, dalam perjalanannya pulang-pergi dari Klaten ke Yogyakarta, karena keadaan mendung, dalam hatinya Erik berdoa "Ya Allah ojo udan ndisik sak durunge aku bali seko RS (Ya Allah semoga tidak hujan sebelum saya kembali dari rumah sakit). Tak diduga, doanya tersebut terkabul hingga sampai rumahnya, tidak terjadi hujan," tuturnya. "Hujan terjadi setelah saya masuk rumah dam ganti baju, Saya pun nyengir terheran-heran sambil berkata alhamdulillah tidak kena hujan. Allah memang Maha Adil," katanya kepada brilio.net, Rabu (24/3).

Meski tidak berhasil mendonorkan darahnya, Erik yakin bahwa Tuhan melihat niat baiknya sehingga Tuhan seakan-akan melindunginya selama perjalanan.