×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kematian kekasihnya membuat Rosi menyesal karena pernah selingkuh

View Image

0

BRILIO » News

Kematian kekasihnya membuat Rosi menyesal karena pernah selingkuh

Putra meninggal ketika mereka sedang bertengkar.

20 / 11 / 2015

Brilio.net - Hubungan selama lima tahun bagi kedua insan ini harus berakhir  dengan kata perpisahan. Bahkan rencana pernikahan yang tinggal beberapa bulan lagi juga tidak bisa mengubahnya. Adalah maut yang memisahkan pasangan Rosila Ismayani (24) dan sang pacar Putra (24). Memang pada dasarnya manusia tidak bisa berkompromi dengan sebuah kematian, meskipun cinta sebagai tawarannya.

Keduanya mengawali hubungan yang begitu manis. Kala itu, Rosi sedang merayakan ulang tahunnya di Pantai Kuta sendiri. Meskipun tidak ada seorang teman, kue tart dengan hiasan lilin sudah sangat spesial baginya. Tiba-tiba saja ada sosok pria yang mendekatinya. Dia langsung mengucapkan selamat ke cewek Bali ini karena ada atribut ulang tahun.

“Aku juga ulang tahun loh hari ini,” tutur pria bernama Putra tersebut. “Oh ya?” tukas Rosi. Akhirnya dia menjelaskan bahwa hari lahirnya sama dengan Rosi, yakni 19 Januari 1991. Hari, tanggal, dan tahunnya pun sama persis, tidak tahu apakah jamnya juga sama. Tidak hanya lahir ke dunia di hari yang sama, mereka juga sepakat untuk menjalani hubungan bersama.Bahkan mereka juga berniat untuk menikah di hari kelahiran mereka.

Selama berpacaran dengan Putra, Rosi sering dibuat kesal karena dia sangat sibuk. “Dia sering nggak bales SMS dan angkat telepon,” ungkapnya kepada brilio.net melalui sambungan bebas pulsa 0800-1-555-999, Rabu (18/11). Bahkan dia juga sering dikelilingi cewek banyak yang membuat membuat Rosi cemburu. Memang hal ini tidak lepas dari pekerjaannya Putra sebagai staf hotel. Meskipun begitu, semua rasa cemburu dan kekesalan itu wujud cinta dari Rosi ke Putra.

Akan tetapi puncak kekesalan sekaligus kekecewaan Rosi adalah pada Sabtu (14/11) lalu. Kekecewan Rosi pada putra berubah jadi penyesalan.  Putra mengalami kecelakaan di Jimabaran, Bali menyebabkannya meninggal dunia. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Putra tidak bisa diselamatkan lagi. Bahkan Rosi harus mengumpulkan kekuatan bahwa kejadian tersebut nyata bukan lagi halusinasi.

Loading...

“Aku meninggalkan dia dalam keadaan berantem,” tandasnya dengan nada sedih. Memang hari Jumat (13/11) merupakan hari dia komunikasi terakhir dengan Putra. Bahkan SMS dan juga telepon darinya direspon. Alasannya tetap sama, Putra sering sibuk dan dia kesal. Rosi tidak menyadari bahwa perbuatannya akan menjadi penyesalannya  seumur hidup. Berikut adalah SMS terakhir dari Putra:

“Pesek (panggilan sayang), aku kangen sama kamu, aku pengen ngomong sama kamu terakhir kali”

Kekecewaan itu semakin menggunung karena secara diam-diam Rosi menjalin hubungan gelap hampir delapan bulan. Putra tidak tahu kalau dia selingkuh. Dia mengakui bahwa hal ini terpaksa dilakukan karena untuk mendapatkan selingan. Kini, Rosi hanya bisa menyesal. Bahkan mengucapkan maaf saja juga sudah terlambat.

“Lebih baik ditinggalkan dalam hidup, daripada ditinggalkan dalam bentuk kematian,” ujarnya dengan suara berat.

Cerita ini disampaikan oleh Rosi melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    67%

  • Ngakak!

    33%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more