Brilio.net - Keluarga adalah segalanya. Di kala kita sedih, keluarga ada untuk menghibur. Di kala bahagia, keluarga menambah rasa kebahagiaan. Dan keluarga adalah rumah di mana rasa aman dan tenteram bernaung. Tapi itu idealnya, realitanya keluarga juga awal dari semua permasalahan. Ketika kamu punya masalah di keluarga, kehidupanmu yang lain juga akan kena imbasnya. Ketenangan jiwa terganggu gara-gara ada yang tidak beres di dalam keluarga.

Helda Rahmawati (17), menyatakan mulanya memiliki keluarga yang harmonis. Tapi semenjak ibunya membuka usaha warung makan, semua permasalahan mulai muncul. Bahkan ia sampai berani mengonsumsi narkoba untuk mengusir rasa frustasinya dengan ibunya.

Awalnya perempuan ini tinggal bersama keluarganya di Demak, Jawa Tengah. Ayahnya punya pekerjaan sebagai penjual material bangunan kecil-kecilan untuk menghidupi ketiga anaknya, termasuk dirinya sebagai anak kedua. Belakangan ibunya membuka warung makan untuk menambah pendapatan keluarga di tahun 2012. Semenjak itu ibunya berubah menjadi lebih dominan di dalam keluarga. Ibu menjadi sosok galak yang memaksakan keinginannya untuk dituruti anak-anaknya, terutama dalam memilihkan masa depan. Keinginan ibu itu tidak bisa dibantah karena sosoknya memang keras dan judes. Ayahnya tidak sanggup menghentikan kebiasaan buruk ibunya.

Keterpaksaan Helda mengikuti keinginan orangtuanya membuat perasaannya berontak. Ia kemudian banyak bergaul dengan teman-teman yang tidak baik. Sampai ia terjerumus mengonsumsi obat-obatan terlarang. Pada tanggal 15 Mei 2013, tingkah buruknya diketahui ibunya. Seketika ibunya berang dan tega melaporkan Helda ke kantor polisi. Tetapi kemudian laporan itu dicabut oleh ibunya karena tidak memiliki cukup bukti, dan Helda lepas dari jerat hukum.

Gagal dapat hukuman polisi, ibunya membuat hukuman sendiri. Heldal dikurung di kamar selama 3 bulan. Setiap hari ayahnya yang mengantar makan ke Helda, tapi tidak kuasa melawan ibunya untuk membebaskan helda. Sampai suatu hari ibunya dan ayahnya bertengkar hebat. Ibunya diduga selingkuh dengan sales yang biasa mengantar pesanan rokok di warungnya.

Kejadian itu membuat Helda bisa kabur dari kamar kurungannya. Lalu dia lari ke rumah neneknya dari pihak ayah. Bukannya menyusul Helda, ibunya malah menuduh ia yang tidak-tidak. Seperti dituduh sebagai pelacur bahkan dituduh sebagai bandar narkoba.

Tuduhan itu membuatnya semakin frustasi. Ia pun kembali memakai obat-obatan terlarang. Sampai dua tahun lamanya Helda memakai obat-obatan ini. Dia memilih tinggal di rumah neneknya. Ia tidak peduli lagi dengan keluarganya, dan larut dalam kesedihan. Sementara di rumahnya, ayah dan ibunya masih sering bertengkar.

Suatu ketika ia tersadar ketika gurunya, Ratih Bintari, memberi nasehat. Gurunya memotivasi Helda untuk keluar dari kebiasaan memakai obat-obatan terlarang. Ia memang ingin sekali merubah hidupnya dan membuat masa depannya cerah, demi membuktikan kepada ibunya bahwa selama ini celaannya salah.

"Saya pengen membuktikan ke Ibu bahwa saya masih punya masa depan yang baik dan bisa mandiri", kata Helda kepada brilio.net melalui layanan bebas pulsa story telling 0-800-1-555-999, Jumat (27/11).

Semenjak itu ia pun memutuskan untuk merantau mencari penghidupan. Meski ia meninggalkan bangku SMA untuk menerima ajakan tetangga neneknya ke Balikpapan, Kalimantan Timur bekerja sebagai baby sitter.

"Setelah ini aku masih ingin melanjutkan sekolah," ujarnya.

Selama di Balikpapan, kepeduliannya terhadap keluarga bersemi kembali. Namun, ia sedih sebab dirinya masih belum diterima ibunya. Kakaknya juga jadi membenci dirinya. Ia pernah berniat baik mengirimkan baju untuk semua keluarganya, tapi tidak diterima oleh mereka. Berkali-kali ia menghubungi kakaknya tapi tidak pernah ditanggapi. Selama ini hanya ayahnya yang mau menanggapi panggilannya. Ia kaget ketika mendapat kabar dari ayahnya kalau meninggalkan rumah akibat perselingkuhan ibunya.

Harapannya, masalah yang dihadapinya segera berakhir. Sehingga ia bisa membuka lagi lembaran masa depan yang baru. Selama ini meskipun ia berusaha lari dari masalah keluarga, hal itu tidak pernah benar-benar bisa lepas darinya. Hanya dengan kembali melaksanakan ibadah sebaik-baiknya ia menemukan ketenangan.

Cerita ini disampaikan oleh Helda melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

(brl/fen)

(brl/fen)